TamiangNews.com, KARANG BARU -- Semburan gas dari sumur minyak peninggalan Belanda di halaman rumah di Jalan Kurnia, Kampung Bundar, Aceh Tamiang berhasil diatasi oleh tim teknisi Pertamina EP Field Rantau.

Foto : Serambi
Legal And Relation Asistant Manager Pertamina EP Field Rantau, Fandi Prabudi, Jumat (4/10/2019) menjelaskan, penanganan semburan gas itu melalui pembuangan menggunakan pipa dan selanjutnya dibakar.

Dia merincikan, dibutuhkan 60 batang pipa untuk merakit instalasi pembuangan gas itu.

Selanjutnya, rakitan sepanjang 400 meter itu diarahkan ke lahan milik Dinas Kesehatan yang jauh dari pemukiman.

"Sengaja diarahkan ke tanah Pemda karena di sana jauh dari pemukiman," kata Fandi.

Dijelaskannya, metode pembuangan dengan cara dibakar ini merupakan opsi kedua.

Awalnya, semburan gas yang berada di halaman rumah Zemi itu, hendak dibersihkan dengan cara dibuang.

"Ada warga yang keberatan. Biasalah mereka khawatir terjadi hal buruk," sambungnya.

Dalam kesempatan itu Fandi menegaskan, kepala sumur minyak yang menjadi pemicu semburan gas bukan milik Pertamina, melainkan peninggalan Belanda.

"Bukan milik Pertamina. Kami bersedia membersihkannya karena ini sudah masalah Pemda. Apalagi ada permintaan langsung dari Pak Wabup," kata Fandi.

Keberadaan gas ini sebenarnya sudah disadari penghuni rumah sejak lama.

Namun kekhawatiran terjadi hal buruk, baru muncul pada 25 September 2018 .

Setelah titik semburan menciptakan lubang berair yang persis berada di belakang dinding dapur.

Lubang air itu disebut Zemi, terus membesar dan mengeluarkan gelembung air.

"Kami dilarang membakar sampah dan menyalakan api di dekat sumber semburan. Bagi kami itu peringatan yang sangat menakutkan," kata Zemi, beberapa waktu lalu. [] SERAMBI


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.