TamiangNews.com KUALA SIMPANG | Sejumlah Rambu lalulintas dibeberapa ruas jalan di Kota Kualasimpang ini tampaknya tidak berlaku bagi pengendara motor, baik roda dua maupun empat. 
Amatan media ini di sejumlah tempat di Kota Kualasimpang  beberapa waktu belakangan ini terlihat arus lalulintas di sepanjang jalan lintas yang direncanakan sebagai jalur rekayasa lalulintas terlihat semberaut, beberapa kendaraan terlihat berhenti di bahu jalan Cut Nyakdien atau jalan menuju Pajak pagi Kualasimpang.

Rambu rambu petunjuk arah terlihat dipaksakan dan tidak beraturan semakin komplit persoalan pelaksanaan rekayasa lalulintas dikota ini, terkesan rambu-rambu itu hanya jadi pajangan untuk keindahan jalan.

Bagaimana tidak, pada area larangan stop dan larangan parkir di beberapa jalan itu, masih terlihat kendaraan roda dua dan empat terparkir bebas. 
Fenomena itu sepertinya sudah menjadi pemandangan yang biasa di kota itu. Dan dapat dengan mudah kita temui disetiap sudut kota kualasimpang. 

Kesemerautan itu semakin terlihat semenjak diberlakukan percobaan rekayasa lalulintas beberapa bulan yang lalu oleh pemda setempat. 

Jalan dalam Kota yang sebelumnya hanya boleh dilintasi kendaraan roda dua dan empat saja. Kini semua jenis kendaraan, bus hingga truk gandeng pun dapat melintas. Karena status jalan itu kini sudah menjadi jalan utama. 

Fenomena ini sudah menjadi pemandangan yang bisa sehari hari terlihat, kenyataan itu semakin memperburuk rupa Ibu Kota Kabupaten Aceh Tamiang.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tamiang Abdullah, SE melalui Kabid Perhubungan Darat, Edwar Latifurahmansyah, S. Hut, mengatakan pihaknya selalu memantau dan memonitor tempat yang terpasang rambu-rambu di sepanjang jalan poros dan beberapa titik di Kota Kualasimpang.
"Bahkan setiap pagi, selalu ada petugas Dishub yang berjaga disana", sebutnya 

Edo sapaan akrab Edwar Latifurahmansyah, S. Hut  mengaku, sudah pernah beberapa kali melakukan penertiban dan memberikan peringatan kepada pengendara yang memarkir kendaraannya sembarangan. 

"Petugas parkir juga sudah kami peringatkan, tidak boleh memakai tempat yang dilarang parkir. Juga terhadap pengelola loket angkutan umum yang masih mengambil sewa diluar tempat yang sudah ditetapkan (terminal - red)", ujarnya 

Diakui Edo pula, disiplin dan batasan waktu oleh pihaknya mungkin yang menjadi salah satu faktor penyebabnya, sehingga pengawasan dan penindakan yang dilakukan pihaknya saat ini terkesan kurang optimal. 

"Kami bekerja sesuai waktu, tidak mungkin jika kami harus 24 jam mengawasinya. Ketika ada petugas, tidak ada oknum yang melanggar, tetapi sebaliknya, pelanggaran kerap kali terjadi ketika petugasnya tidak ada", imbuhnya 

Untuk itu, Edo mengajak masyarakat, agar dapat meningkatkan kesadaran pada diri masing-masing. 

"Hakikatnya aturan itu ada untuk mengatur ketertiban dan kenyamanan bersama", ujarnya 

Edo menambahkan, jika aturan yang ada kemudian hanya untuk dilanggar, maka keindahan kota Kualasimpang yang di dambakan hanya sebatas mimpi dan buang buang waktu dan biaya.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.