TamiangNews.com | BENDAHARA -- Meski harus berkubangan lumpur akibat hujan yang mendera malam hari di areal jalan menuju lokasi kegiatan, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Aceh Tamiang sukseskan lakukan gerakan panen penangkaran benih tanaman pangan padi di Desa Rantau Pakam Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (02/10).
Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus SP dalam sambutannya mengatakan, mengingat pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya cenderung semakin meningkat, mengakibatkan kebutuhan pangan pokok masyarakat juga meningkat.

"Untuk mengantisipasi kebutuhan
pangan pokok masyarakat, maka Pemerintah berupaya berbagai
macam program kegiatan untuk mendorong peningkatan produksi
tanaman pangan terutama peningkatan produksi padi," ungkapnya.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang berperan penting dalam peningkatan produksi padi yaitu dengan menggunakan benih unggul bermutu dan bersertifikat untuk dapat tersedianya benih bermutu dan bersertifiikat.
"Di Aceh Tamiang sendiri, pada tahun 2015 melakukan Penanaman Benih Padi seluas 80 Ha dengan hasil produksi sebanyak 170.000 Kg benih padi bersertifikat, di Tahun 2016 seluas 190 Ha dengan hasil Produksi 251.000 kg, pada tahun 2017 seluas 105 ha dengan hasil produksi sebanyak 132.000 Kg dan di Tahun 2018 seluas. 115 Ha dengan hasil produksi sebanyak 158.000 Kg, serta pada tahun 2019 seluas 155 Ha dengan hasil produksi sebanyak 157.000 Kg dengan Rata-rata Produktivitas mencapai 4 Ton per hektar," sebut Yunus.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang, H.T. Insyafuddin ST menjelaskan, seluruh penangkar benih harus melengkapi administrasi untuk mendapatkan sertifikat benih.

"Pemda terus berupaya untuk mengenjot dan mengembangkan produksi pertanian di jenis padi dengan membuka arela persawahan baru guna meningkatkan ketahanan pangan," katanya.

Sebelumnya, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Aceh Safrizal SP.M.Pa dalam sambutannya mengatakan, perlu disadari bersama bahwa Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan selaku pengemban tanggung jawab teknis di bidang pertanian akan terus mendorong penggunaan benih padi unggul bermutu dan bersertifikat yang sampai saat ini masih baru mencapai 90% penggunaan bibit unggul bersertifikat. 

"Sejalan dengan hal tersebut usaha-usaha peningakatan produksi benih unggul bermutu dari tahun ke tahun terus diupayakan, termasuk salah satunya dengan mengupayakan bantuan pemberdayaan dan pengetahuan petani penangkar dalam mengupayakan hasil benih padi unggul bermutu, baik dari segi waktu, jumlah, varietas maupun pemasaran hasil produksi," jelasnya.

Ia juga menambahkan, bidang produksi Tanaman Pangan mendatang dari luar, salah satu langkah yang harus diambil adalah dengan peningkatan perluasan areal tanam penangkaran baik melalui dana APBN, APBA, APBK maupun swadaya masyarakat. 

"Dengan peningkatan luas areal dari tahun ke tahun untuk sama-sama mengharapkan suatu saat nanti kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu kabupaten yang mampu memenuhi kebutuhan benih bukan hanya untuk didalam kabupaten saja, namun mampu menjadi salah satu pemasok benih tingkat provinsi Aceh sehingga kedepan harapan kami Kabupaten Aceh Tamiang akan menjadi daerah mandiri benih," harap Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Aceh. []TN-W015

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.