TamiangNews.com | SERUWAY -- Sejumlah pengguna Jalan mengeluhkan panjang oprit jembatan penghubung dua Kecamatan Sungai Iyu dan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh, dianggap terlalu pendek, yakni hanya sekitar 20 meter. 
”Bila laju mobil agak kencang, masuk atau keluar dari jembatan itu rasanya seperti jumping,” kata Hendro, pengemudi pikap yang tiap hari harus lewat jembatan itu. Pengemudi lain, Yanuar menuturkan, saudaranya harus mengerem mendadak setelah melihat oprit itu relatif pendek sehingga jalan seperti tiba-tiba menanjak.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang siswi daerah itu Yusri Yeni (17) yang kesehariannya melintasi jembatan itu menyebutkan tidak jarang pengguna jembatan tersebut terjatuh saat melintas.

Jika kondisi Konstruksi Jembatan tertata dengan baik maka akan sangat bermanfaat dan memberikan kenyamanan bagi penggunan, dengan pemanfaatan sarana kontruksi kepada publik mencapai sasaran.
Dengan demikian perlu segera dilakukan perbaikan agar memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga, jika kondisi seperti ini masih terus berlanjut tidak menutup kemungkinan akan banyak korban korban lain akibat jembatan harapan masyarakat tidak matang perencanannya. 

Beberapa pengguna jalan berpendapat oprit jembatan itu, baik di sisi barat maupun timur, sebaiknya lebih dari 30 meter. Bila panjang oprit masing-masing 30 meter maka kemiringan oprit itu hanya 6 derajat, dan kemiringan itu cukup nyaman dilewati oleh mobil yang melaju agak cepat.
Seperti diketahui Jembatan penghubung dua itu senilai 47 milyar rupiah lebih, yang menggunakan APBA tahun 2011, 2017 dan 2018, terkesan mubazir dan kerap mengundang maut, pasalnya kondisi Oprit Jembatan itu sudah turun dan berlubang serta terjal, akibatnya tidak sedikit warga pengguna menjadi korban jatuh tergelincir.

Pantauan TamiangNews.com, Sabtu (5/10) di lokasi, terlihat Jembatan yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2011/2017 dan 2018 dengan total anggaran Rp 47 milyar terkesan mubazir dan harus segera dilakukan perbaikan.

Jembatan yang menjadi kebanggaan warga daerah itu terkesan perencanaannya tidak matang dimana Opritnya sangat pendek dengan jarak haluan sehingga menyulitkan bagi pengendara karena terjal dan langsung belok sehingga tidak ada jarak batas aman bagi pengguna.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.