TamiangNews.com, INDIA -- Abu jenazah Mahatma Gandhi yang tersimpan di Bapu Bhawan, Rewa, Madhya Pradesh, India, dicuri. Pencurian itu dilakukan pada Rabu (2/10) tepat di peringatan hari ulangtahun Gandhi yang ke 150.

Foto : Kumparan
Dilansir BBC, pihak kepolisian Rewa, di negara bagian Madhya Pradesh, mengkonfirmasi adanya pencurian itu. Saat ini, polisi tengah mencari siapa pelaku pencurian dengan alasan 'merugikan integrasi nasional' dan protes pelanggaran perdamaian. 

Abu Gandhi sendiri tersimpan di lokasi itu sejak 1948, tahun di mana ia dibunuh oleh seorang ekstrimis hindu. Meskipun Gandhi seorang hindu, beberapa yang beraliran garis keras memandang bahwa Gandhi merupakan penghianat karena tindakannya mengadvokasi persatuan Hindu-Muslim di India.

Anggapan itu masih terbawa hingga saat ini. Terbukti dengan ditemukannya coretan kata 'penghianat' dengan cat hijau di lokasi pencurian. Mangaldeep Tiwali, penjaga Bapu Bhawan, tempat abu Gandhi disemayamkan, menyebut aksi pencurian itu memalukan.

"Saya membuka gerbang Bhawan dini hari karena itu adalah hari ulang tahun Ghandi. Ketika saya kembali sekiar pukul 23.00 (waktu setempat), saya menemukan abu Ghandi hilang dan posternya rusak," kata dia dilansir BBC, Jumat (4/10).

Polisi sendiri mengambil tindakan untuk menginvestigasi kejadian ini setelah pemimpin partai politik kongres lokal, Gurmeet Singh, melayangkan laporan. 

"Kegilaan ini harus dihentikan. Saya mendesak Polisi Rewa untuk memeriksa kamera CCTV yang dipasang di dalam Bapu Bhawan," kata dia.

Ghandi sendiri dikenal sebagai pemimpin gerakan perlawanan tanpa kekerasan terhadap pemerintah kolonial Inggris di India. Gerakan ini menginspirasi orang-orang di seluruh dunia.

Sebagian besar orang India saat ini masih mengenangnya sebagai bapak bangsa. Tetapi, kelompok garis keras Hindu di India menuduh Gandhi menghianati umat Hindu karena terlalu pro muslim. 

Bahkan, dilansir BBC, dukungannya itu terlihat dalam pemisahan Pakistan dengan India usai kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Gandhi sendiri dibunuh oleh ekstrimis Hindu pada Januari 1948.

Setelah kematiannya, ia dikremasi. Namun, abunya tidak dihanyutkan disungai seperti kebanyakan umat Hindu lainnya. Karena ketenaran dan jasanya, abu Gandhi dikirimkan ke seluruh penjuru negeri di India untuk dikenang, termasuk di Bapu Bhawan. [] KUMPARAN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.