TamiangNews.com | BANDA ACEH --Aktivis HAM Aceh, Ronny Hariyanto, mengutuk pembantaian terhadap warga sipil pada kerusuhan di Wamena yang menyebabkan 32 orang meninggal pada 23 September lalu diduga dilakukan oleh kelompok terorganisasi. Dugaan itu merupakan salah satu temuan Komisi Nasional (Komnas HAM) yang selama beberapa hari mengadakan investigasi.
"Pembantaian keji terhadap warga sipil tak berdosa adalah Kejahatan Kemanusiaan luar biasa", kata Ronny, Minggu (29/9).

Dia sangat menyayangkan pihak - pihak yang menyasar warga sipil sebagai objek pembantaian demi memenuhi tujuan - tujuan tertentu.

"Saya menduga pembantaian terhadap warga sipil pendatang sengaja dilakukan demi tujuan teror dan meningkatkan eskalasi konflik yang dirancang pihak tertentu, ini benar - benar kekejian luar biasa," ketus putera Idi Rayeuk, Aceh Timur tersebut.

Dia menghimbau pihak - pihak bertingkai memperhatikan nilai - nilai kemanusiaan diatas segalanya.

"Jika memang pihak bertikai itu memperjuangkan kebenaran dan keadilan, lalu bagaimana mungkin itu dilakukan dengan membantai warga sipil yang lemah dan tak berdosa, membakar dokter hidup - hidup, bahkan membantai anak - anak", ujar eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu.

Dia mendesak agar para pelaku pembantai warga sipil ditangkap dan mendapatkan hukuman berat.

"Kita mendesak agar para pelaku ditangkap dengan hukuman mati, siapapun dia", tekan Ronny.

Dia menghimbau pihak bertikai untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi konflik.

"Tuhan menciptakan manusia sama dan setara, dan saya yakin ada cara - cara lebih beradab bagi solusi konflik di Papua, semoga pihak bertikai dapat menjaga nilai - nilai kemanusiaan," pungkas Ronny menutup keterangannya. []TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.