TamiangNews.com, GAZA -- Pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina termasuk seorang bocah lelaki berusia 14 tahun selama demonstrasi di sepanjang perbatasan Gaza-Israel pada hari Jumat.

Foto : Ilustrasi
Otoritas kesehatan Palestina mengatakan kedua demonstran yang ditembak mati pasukan Zionis adalah Khaled Al-Rabai, 14, dan Ali Al-Ashqar, 17. Selain itu, sekitar 70 pengunjuk rasa terluka, 38 di antaranya terkena tembakan.

Sementara itu, militer Israel melalui seorang juru bicaranya seperti dikutip Reuters, Sabtu (7/9/2019), mengatakan bahwa pasukan yang menjaga perbatasan dihadapkan dengan lebih dari 6.000 demonstran di beberapa titik di sepanjang pagar. Menurutnya, beberapa demonstran melemparkan bahan peledak dan bom api.

Dia mengatakan bahwa beberapa demonstran secara singkat berhasil melintasi pagar sebelum kembali ke Gaza. Pasukan Israel menanggapi dengan respons anti-kerusuhan. Juru bicara itu tidak mengomentari korban jiwa seperti yang dilaporkan otoritas kesehatan Palestina di Gaza.

Para pengunjuk rasa telah melakukan demonstrasi mingguan selama 18 bulan yang dijuluki "Great March of Return". Demo itu menyerukan diakhirinya blokade keamanan yang diberlakukan Israel dan Mesir di Gaza. Demonstran juga menuntut hak warga Palestina kembali ke tanah tempat keluarga mereka melarikan diri atau terpaksa melarikan diri selama berdirinya negara Israel pada tahun 1948.

Israel menolak hak kembali warga Palestina, dengan mengatakan bahwa hal itu akan menghilangkan mayoritas Yahudi.

Para pejabat Mesir, Qatar dan PBB telah berupaya menjaga perbatasan Gaza-Israel tetap tenang dalam beberapa bulan terakhir.

Sekitar 210 warga Palestina telah terbunuh sejak protes dimulai pada Maret 2018. Data ini merupakan laporan pejabat medis Gaza.

Selama demo mingguan itu, seorang tentara Israel ditembak mati oleh seorang sniper Palestina di sepanjang perbatasan, dan yang lainnya terbunuh dalam serangan Israel dalam operasi penyamaran di Gaza. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.