TamiangNews.com | KARANG BARU - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Tamiang Bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Aceh Selenggarakan kegiatan Implementasi Inpres nomor 6 Tahun 2018 tentang rencana Aksi Nasional P4GN menuju Aceh Tamiang Bersih Narkoba (Bersinar), yang bertempat di Ruang Sidang Utama DPRK Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (11/9).
Dalam kegiatan itu juga dilakukan  pemberian penghargaan kepada (Tiga) Kampung sebagai Kampung Bersih dari Narkoba yakni, Kampung Tanjung Neraca Kecamatan Manyak Payed, Kampung Sei Kuruk Kecamatan 
Seruway dan Kampung Perdamaian Kecamatan Kota Kualasimpang sebagai Kampung Bersih Narkoba.

Bupati Aceh Tamiang H.Mursil, SH, M.Kn dalam kata sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dirinya mengucapkan selamat datang kepada Kepala BNN Provinsi Aceh Bapak Brigjen Pol. Drs. Faisal Abdul Naser, MH beserta rombongan, semoga dengan kedatangan Kepala BNN aceh ini dapat memberikan kontribusi yang besar bagi para peserta khususnya, masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang umumnya.

" Selain itu harapan Bupati,  kedepan agar Kampung tersebut dapat menjaga dan mempertahankan apa yang telah dicapai selama ini, dan menjadi contoh bagi Kampung-Kampung yang lain, yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai Kampung yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran Narkoba", ungkapnya.

Adapun kegiatan ini bertujuan, agar  semua mampu membentengi diri dari bahaya Narkoba, Karena tidak ada satu instansi dan masyarakatpun yang mampu memastikan bahwa seluruh pegawainya serta masyarakat bebas dari narkoba.
“Dengan acara ini semoga kita dapat membentengi keluarga kita dari narkoba", tambahnya.

Hal lain yang mendukung penyalahgunaan narkoba adalah hukuman yang tidak dilaksanakan secara konsisten, serta pendorong yang cukup menggiurkan adalah bisnis narkoba menjanjikan uang yang cukup besar, dengan adanya penyelarasan P4GN pada setiap instansi diharapkan mampu menekan jumlah pengguna Narkoba di Indonesia.

Sementara itu Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen. Pol. Drs.Faisal Abdul Naser, MH kata sambutannya mengatakan penyebab yang menjadi sumber permasalahan tingginya penyalahgunaan narkoba di Indonesia antara lain, 80% pengiriman Narkoba dilakukan melalui jalur perairan, dan Indonesia merupakan negara dengan garis pantai yang cukup panjang, ditambah lagi modus operan yang selalu berubah-ubah membuat peredaran narkoba ini sulit dideteksi. 

"Yang kita takuti selama ini bahwa Peredaran Narkoba telah masuk kewilayah Indonesia dengan bebas dan Provinsi Aceh sebagai garis merah terhadap peredaran Narkoba yang merusak generasi penerus bangsa, selain itu harga Narkoba di Aceh juga tergolong harga paling murah, dikarenakan Narkoba yang ada di Aceh kebanyakan Narkoba Oplosan yang membuat pemakainya menjadi tidak waras", ungkapnya.

Harapan beliau kepada seluruh elemen masyarakat serta pemangku kebijakan dan kepentingan agar dapat bersinergi dalam upaya pencegahan serta pemberantasan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Bumi Muda Sedia yang dicintai ini, agar bersih dan bebas dari Narkoba.[] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.