TamiangNews.com | LANGSA --
Ada-ada saja prilaku manusia di zaman Now, hanya untuk meraup pendapatan keuangan yang melimpah harus menggelapkan dan mengalihkan hak fidusia kendaraan berupa mobil, Rabu (14/8).
Diduga aksi bejat SP (35) warga Gampong Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat, diduga telah menggelapkan dan mengalihkan hak fidusia mobil Honda Jazz yang diajukan di PT. Adira Finance Cabang Langsa.

Kepala PT Adira Finance Cabang Langsa, Muhammad Alim Simangunsong, melalui Supervisornya Mohd Fahmi Irawan menerangkan kepada awak media, Selasa (13/8), pihaknya melaporkan nasabah SP ke Polres Langsa. 

Hal itu menjadi bukti sejak Maret 2019, mobil Honda Jazz sebagai jaminan fidusia di PT Adira Finance Langsa telah berpindah tangan kepada orang lain, hingga kini mobil tersebut tidak diketahui keberadaannya.

"Nasabah SP diduga dengan sengaja memberikan mobil Jazz ini kepada orang lain, sehingga mobil itu sekarang tidak diketahui di mana keberadaannya. Sedangkan kewajiban SP membayar iuran bulanan sejak Maret 2019, tidak dijalankannya lagi," ucapnya.

Lanjut Fahmi, Sedangkan dalam perjanjian fidusia antara nasabah SP dan PT Adira Finance Langsa, bahwa selama masih dalam masa kredit, objek mobil Jazz ini tidak boleh berpindah tangan atau dipinjamkan apalagi hingga digelapkan. "Modus penggelapan yang dilakukan, awalnya  SP membeli mobil Jazz baru dengan cara kredit di PT. Adira Finance selama 60 Tahun,"Ungkapnya. 

Menurutnya, baru 2 bulan cicilan  mobil Jazz warna putih tersebut dibayar, sudah tidak ada lagi bersamanya atau diduga digelapkan oleh SP.

"Akibat perbuatan nasabah SP ini, pihak PT Adira Finance Cabang Langsa mengalami kerugian sekitar Rp 262 juta, karena objek jaminan fidusia tersebut yakni 1 unit mobil Honda Jazz diduga digelapkannya", terang Fahmi sembari menambahkan, pihaknya melakukan langkah hukum melaporkan kasusu tersebut ke ranah hukum sehingga  kepastian hukum terhadap objek jaminan fidusia," tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Reskrim, Iptu Agung Wijaya Kusuma SIK, saat dikonfirmasi, membenarkan pihaknya menagani kasus dugaan penggelapan mobil Honda Jazz oleh nasabah PT Adira Finance itu.

"Saat ini kasus dugaan penggelapan mobil Jazz ini sudah lengkap alias P21, bahkan pada 9 Juli 2019, berkas dan tersangka SP telah dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Langsa dan atas perbuatannya tersebut, SP diancam Pasal 372 KUHPidana Jo Pasal 36 Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang jaminan fidusia, dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara," katanya.[]TN-W015

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.