TamiangNews.com | KARANG BARU -- Fraksi-fraksi DPRK Aceh Tamiang, dalam Pemandangan Umum Fraksi terhadap KUA PPAS Perubahan Tahun 2019, sebelumnya pada Kamis, 15 Agustus 2019, Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil, SH.M.Kn menyampaikan Pidato Pengantar Penyampaian KUA dan PPAS APBK Perubahan Aceh Tamiang T.A. 2019 di ruang sidang utama DPRK Aceh Tamiang.


Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH  memimpin rapat  tersebut didampingi Ketua DPRK, Fadlon, SH dan Wakil Ketua Nora Idah Nita, SE, mengatakan Rapat Paripfurna hari ini beragendakan penyampaian Pendapat Akhir Fraksi DPRK Aceh Tamiang sekaligus pengambilan Keputusan dan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan DPRK Aceh Tamiang terhadap KUA dan PPAS APBK Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020.
Fraksi Partai Aceh melalui juru bicara Juniati.S.Farm.Apt menyampaikan beberapa hal seperti terhadap program yang telah disetujui, agar dapat direalisasikan dan dalam pengalokasian anggaran sebaiknya harus tepat sasaran guna memberikan dampak positif kepada masyarakat. 

Begitupun dengan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang dapat menghasilkan PAD agar dapat meningkatkan kualitas dan kinerjanya dalam pelayanan masyarakat sehingga dapat meningkatkan PAD yang lebih besar.

Sementara juru bicara Fraksi Merah Putih H.Saiful Sofyan, SE dalam pemandangan umum terhadap KUA dan PPAS Perubahan T.A.2019, agar penyerapan anggaran diharapkan bukan hanya sekedar terserap saja namun diharapkan penyerapan memberikan efek positif dalam rangka menggerakan pembangunan daerah dan memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi rakyat.

Disamping H Syaiful Sofyan juga meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan sumber-sumber pendapatan secara luas, sehingga pendapatan daerah terkumpul sebanyak-banyaknya untuk pertumbuhan ekonomi sosial Aceh Tamiang yang lebih berkeadilan.

Fraksi Tamiang Sekate melalui juru bicara Sumiyem, S.Pd antara lain terkait adanya penurunan penerimaan untuk PAD Tahun 2019 dibandingkan penerimaan PAD pada Tahun 2018, sumber-sumber penerimaan PAD darimana yang mengalami penurunan tersebut, serta kepada Bupati Aceh Tamiang agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serapan anggarannya rendah yang mengindikasikan bahwa OPD tersebut tidak memerlukan anggaran yang besar maka untuk di tahun depan anggarannya disesuaikan dengan kebutuhan bukan berdasarkan asumsi atau proyeksi saja.

Sebelumnya dalam paripurna DPRK ke-1 (pembukaan) KUA dan PPAS Perubahan T.A.2019 pada hari Kamis tanggal 15 Agustus 2019, dalam pidato pengantar Bupati Aceh Tamiang menyebutkan bahwa tujuan penyusunan kebijakan Perubahan Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan adalah memperjelas capaian kinerja pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran, formulasi capaian target kinerja program dan kegiatan yang harus dikurangi atau ditingkatkan, serta menyesuaikan asumsi-asumsi yang berubah ditengah tahun anggaran yang berjalan.[]TN-W007.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.