TamiangNews.com | KARANG BARU -- Terkait Rekayasa Lalulintas di Kota Kualasimpang ratusan warga pedagang kaki lima daerah itu  lakukan Unjuk Rasa menolak dilakukannya perubahan jalan itu  dianggap telah menurunkan omset jualan mereka. Rabu (7/8).
Para pengunjuk rasa yang berjumlah ratusan orang itu mendatangi Kantor Bupati melakukan orasi yang intinya meminta untuk dibatalkan pelaksanaan rekayasa lalulintas, usai berorasi para perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang TM Insyafuddin, ST.

Dalam pertemuan itu Wabup TM Insyafuddin didampingi Kasatpol PP drh Asma'i, dilakukan di Ruang Rapat Wakil Bupati (Wabup)  tersebut para pengunjuk rasa yang berjumlah 10 orang menyampaikan beberapa aspirasi antara lain menuntut Rekayasa Lalulintas Kota Kualasimpang untuk ditutup, dan meminta pihak Pemerintah memberikan tempat reloksi sesuai, sehingga pendapatan mereka sesuai seperti ditempat lama. 

"Kami ingin disediakan dulu tempat relokasi yang sesuai sebelum diberlakukan program rekayasa lalulintas, jangan seperti ini, omset kami jadi berkurang".

Wabup T.Insyafuddin menerima masukkan beberapa aspirasi dari para perwakilan pengunjukrasa, dari beberapa yang diminta oleh perwakilan pengunjukrasa ada beberapa aspirasi tersebut belum dapat di tindak lanjuti seperti pelakaanaan rekayasa Lalulintas karena Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan tetap melakukan Rekayasa Jalan. 

Sedangkan permintaan lainnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menjamin aspirasi tersebut akan ditindak sesuai dasar hukum yang berlaku.
Wabup mengatakan, " Aspirasi pendemo (pedagang) kaki lima sudah kami catat kami akan segera rapat", hasil rapat nanti kami akan segera disampaikan kepara  pedagang kaki lima ", tutup Wabup. 

Wabup T. Insyafuddin, ST didampingi Kasatpol PP, juga menyampaikan apa yang mereka lakukan sekarang ini adalah  permintaan warga masa kampanye dan hal itu disanggupi, ini merupakan hutang bagi kami untuk mewujudkan keinginan masyarakat untuk ciptakan Kota Kualasimpang yang indah dan bersih.

Menurut Wabup Kota Kualasimpang ini sejak dahulu sudah besih dan teratur, mengingat daerah ini merupakan wilayah Kewedanaan, jadi kota ini indah dan sejuk, namun setelah menjadi Kecamatan dan masuknya warga dari luar daerah plus adanya pemekaran daerah merupakan  tuntutan pekembangan zaman  kota Kualasimpang berubah kumuh dan sembraut, ungkap Wabup dalam pertemuan itu.[]TN-W007



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.