TamiangNews.com, SURABAYA -- Pecel sebenarnya tidak dapat disebut sebagai makanan khas kota Surabaya. Alasannya, karena setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing dalam penyajian sego pecel. Di Jawa Timur sendiri pecel berasal dari berbagai kota seperti; Pecel Surabaya, Pecel Madiun, Pecel Nganjuk, Pecel Blitar, Pecel Ponorogo, dan masih banyak lainnya. 

Foto : Kumparan
Selain konteks pada penyebutan Pecel--nama daerah atau kota--, ada juga yang menggunakan nama Pecel Pincuk dan Pecel Sambal Tumpang. Alasannya, ya agar terlihat beda dari yang lain.

Di Surabaya ada salah satu penjual pecel yang sangat legendaris. Berdiri sejak tahun 1989, pecel ini enggak pernah sepi pembeli. Bahkan saking ramainya sampai memakai nomor antrean loh. Benar-benar istimewa sekali ya.

Namanya Pecel 'Sombong'. Mengapa dinamai Pecel 'Sombong'? Karena bukanya seminggu hanya dua kali yaitu setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 6 hingga 9 pagi. Dan karena larisnya, kadang jam 8 pagi sudah sold out.

Kuliner pagi satu ini tetap eksis dan laris manis meski sudah berdiri bertahun-tahun lamanya. Pembelinya dari berbagai kalangan, muda-mudi, rombongan keluarga, hingga yang makan sendirian juga ada (jadi ketahuan jomlonya deh). Biasanya para ibu selalu mampir untuk membeli pecel, usai berbelanja di pasar. Pun orang-orang yang habis berolahraga, memilih untuk sarapan di sini.

Saat Eattemptationsby tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WIB, dan antreannya sudah mengular. Eattemptationsby mendapat nomor antrean ke-14. Waktu tunggunya kurang lebih 45 menit. Ya lumayan lama sih karena rata-rata pembelinya minta take away lebih dari tiga bungkus nasi pecel, sedangkan penjual yang melayani hanya dua orang yaitu Mas Anang dan budenya.

“Karena kalau sendirian enggak ngatasi, mbak. Apalagi kalau pembelinya langsung rombongan,” ujar Mas Anang sembari tertawa.

Mas Anang mengaku usaha nasi pecel ini dulunya adalah warung makan dan tahun 2016 sempat digusur oleh pemerintah. Akhirnya sekarang hanya berupa rombong kecil biasa yang minim tempat duduk. Ini lah alasan mengapa banyak pembeli yang memilih take away daripada makan di tempat

Nasi pecel ini enggak nekoh-nekoh alias seperti nasi pecel pada umumnya. Lauknya ada telur ceplok dan telur bali (optional), daging empal, dan tempe goreng. Seporsi nasi pecel biasa dibanderol dengan harga Rp 10.000, sedangkan kalau tambah lauk harganya menjadi Rp 14.000.

Yang bikin unik adalah sayurnya. Selain taoge dan kacang panjang yang sudah direbus, juga menggunakan daun singkong dan ini sangat jarang sekali ditemui. 

Kalau makan di sini jangan harap minumnya ada es teh, es jeruk, atau bahkan teh hangat. Cukup dengan segelas air mineral untuk sekadar menghilangkan dahaga.

Kini saatnya me-review rasa dan porsi. Menurut Eattemptationsby porsinya sedang, meski kelihatannya sedikit, tetapi lama-lama kenyang juga. Yang bikin bahagia lahir batin itu rempeyeknya, ngasih-nya royal banget. FYI, rempeyeknya ada dua macam: Rempeyek kacang dan rempeyek grago (udang rebon). Kamu juga bisa memesan rempeyek dan bumbu pecelnya loh. Tetapi pesannya jauh-jauh hari ya.

Kembali lagi ke rempeyek, Eattemptationsby memilih rempeyek kacang karena memang enggak terlalu suka dengan rempeyek udang. Rempeyeknya tuh berupa remukan, jadi kesannya kayak banyak. Ya memang banyak sih. Hahaha. Untuk rasa rempeyeknya, lumayan enak, krenyes, dan gurih.

Sedangkan rasa dari keseluruhan nasi pecelnya, kalau dikasih rating sekitar 8/10. Cukup enak, namun biasa saja. Bumbu pecelnya kurang pedas, cenderung agak manis. Mungkin yang membuat Pecel 'Sombong' ini terasa istimewa karena bukanya enggak setiap hari, melainkan hanya hari Sabtu dan Minggu saja. Itu yang membuat orang-orang kangen sama rasanya.

PECEL SOMBONG
Jl. Bratang Binangun No. 59, Surabaya
Operational Hours: Every Saturday and Sunday, 06.00 WIB–09.00 WIB
Price: Rp 10.000 – 20.000

Buat kamu yang penasaran, sikat sekarang juga. Eh, tetapi sudah habis ding. Ya sudah berarti tunggu Sabtu dulu ya, bray. Harap sabarrrrr. [] KUMPARAN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.