TamiagNews.com, DUNIA ISLAM -- Bulan Haji atau Idul Adha 1440 H sebentar lagi akan menjumpai umat muslim.

Foto : Serambi
Menjelang datangnya Idul Adha 1440 H ada beberapa amalan yang dianjurkan umat muslim, salah satunya berpuasa sunah di bulan Dzulhijjah.

Terdapat beberapa puasa sunah yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Dzulhijjah.

Karena sangat dianjurkan, melaksanakan puasa sunah bulan Dzulhijjah tentu terdapat berbagai keutamaan serta pahala.

Puasa sebelum Idul Adha atau 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sangat baik untuk di isi dengan amalan puasa sunnah, bakan dianjurkan hingga tanggal 9 bulan tersebut.

Tetapi yang lebih dianjurkan yaitu puasa sunah pada tanggal 8 serta 9 Dzulhijjah yang bertepatan dengan hari arafah atau yang disebut dengan puasa Arafah.

Hadist yang menguatkan, di antaranya:

“Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah.”

“Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan salat pada malam lailatul qadar.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).

Terdapat 3 puasa sunah pada 10 hari pertama Dzulhijjah yakni Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Sebelum melaksanakan ibadah puasa sunah Dzulhijjah, alangkah baiknya untuk membaca niat berpuasa terlebih dahulu agar puasanya sah dan mendapat pahala.

Niat Puasa Dzulhijjah

Puasa Dzulhijjah ditunaikan dari tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah (2-8 Agustus 2019).

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya : “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Dzulhijjah memiliki berbagai pahala serta keutamaan jika ditunaikan.

Dikutip TribunStyle.com dari Assajidin.com, berikut keutamaan puasa Dzulhijjah :

1. Tanggal 1 Dzulhijjah: Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.

2. Tanggal 2 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

3. Tanggal 3 Dzulhijjah: Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.

4. Tanggal 4 Dzulhijjah: Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

5. Tanggal 5 Dzulhijjah: Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

6. Tanggal 6 Dzulhijjah: Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

7. Tanggal 7 Dzulhijjah: Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

Setelah melaksanakan Puasa Dzulhijjah di tanggal 1-7 Dzulhijjah, umat muslim kemudian melanjutkan dengan puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Kedua puasa ini sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan.

Berikut niat serta keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah :

Niat Puasa Tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah atau 9 Agustus 2019)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin : Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya : “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Tarwiyah jika ditunaikan bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Selain itu, umat muslim juga akan diberikan keberkahan hidup dan dilipatgandakan amal dan juga ibadahnya.

Niat Puasa Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah atau 10 Agustus 2019)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya : “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah karena pada tanggal tersebut umat muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji menunaikan wukuf di Arafah.

Umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan berpuasa Arafah.

Keutamaan puasa Arafah juga banyak, diantaranya Allah akan mengampuni dosa tahun lalu dan dijaga untuk tidak melakukan dosa atau maksiat di tahun yang akan datang.

"Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, 'Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang'.” (HR Imam Muslim).

Berdasarkan pendapat jumhur ulama, bahwa dosa-dosa yang dihapus dengan puasa Arafah ini yaitu dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka wajib baginya taubat.

Melaksanakan Puasa Arafah juga dapat melipat-gandakan pahala kita. [] SERAMBI


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.