TamiangNews.com, SURABAYA -- Djaiti atau Rusmini (60 tahun), seorang ibu yang kepalanya diinjak oleh anaknya, meninggal dunia, Selasa (27/8). Kabar itu dibenarkan Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Aditama Djaiti merupakan warga Jalan Kedondong I Surabaya. 

Foto : Okezone
Ia meninggal di rumah sakit RS Soewandi Surabaya, saat rawat inap atau opname untuk proses penyembuhan penyakit paru-paru dan jantung yang dideritanya.

"Barusan saya ditelpon Mas Syukur (anak pertama Djaiti), benar bahwa ibunya meninggal dunia di RS Soewandi hari ini sekitar jam 14.00 WIB, karena sakit komplikasi," kata Kompol Rendy, saat dikonfirmasi jatimnow.com, Selasa (27/8).

Ia mengatakan jenazah Djaiti sudah dimakamkan di TPU Ngagel selepas Salat Isya. Sebelumnya, kemurahan hati Djaiti terlihat saat jatimnow.com berkunjung ke rumahnya pada Kamis (22/8). Djaiti tinggal di gang yang sempit dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor saja. Ia tinggal di rumah berukuran 3x3 meter.

Dengan keramahannya, Djaiti mulai menceritakan bagaimana keseharian Andri, anaknya yang viral setelah menendang kepala Djaiti. Ia pun membeberkan alasan menolak anaknya untuk ditahan pada saat diamankan polisi.

Ia mengatakan Andri merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Menurutnya, Andri tidak nakal seperti apa yang dibicarakan banyak orang setelah videonya tersebut viral. Hanya saja kata Djaiti, Andri akan marah saat kemauannya tidak dituruti, dan melakukan tindakan yang tidak baik kepada orang tuanya. [] OKEZONE

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.