TamiangNews.com, GREENLAND -- Gelombang panas yang melanda Eropa pekan lalu dikabarkan sedang bergerak ke arah Greenland. Gelombang panas tersebut bisa mencairkan miliaran ton es di pulau bagian utara Samudra Atlantik itu.


Diketahui sebelumnya gelombang panas yang berasal dari Afrika Utara baru-baru ini memebawa panas terik ke Eropa. Bahkan suhu di Paris bisa mencapai 42,6 derajat Celcius.

Dilansir dari Live Science, Kamis (1/8/2019), perwakilan dari World Meteorogical Organization (WMO) menyatakan gelombang panas akan bertandang ke Greenland yang diprediksi menyebabkan lebih banyak es yang mencari.

Sedangkan pada bulan Juni saja , Greenland sudah kehilangan 80 miliar ton es dan 170 miliar ton lagi di bulan Juli.

"Ketika gelombang panas ini tiba di Greenland, kemungkinan akan menyebabkan puncak besar lain menjadi pusat lelehan," kata Twila Moon, seorang ilmuwan dari National Snow and Ice Data Center (NSIDC).

Lebih lanjut ia mengatakan setiap tahunnya es yang hilang semakin banyak, dan tingkat pencairannya yang semakin cepat. Kejadian ini bisa menjadi implikasi yang serius di seluruh dunia, sebab mencairnya gunung es berkontribusi pada kenaikan permukaan laut dan parahnya lagi bisa menggangu iklim secara global.

Selama tahun 1970-an dan 1980-an, Greenland kehilangan rata-rata 50 miliar ton setiap tahun. Dari 2010 hingga 2018, angka itu melonjak hingga rata-rata 290 miliar ton pertahun.

Pada musim panas ini, tingkat leburan bisa melampaui rekor yang ditetapkan pada tahun 2012. Tahun itu, sekitar 97% permukaan lapisan es mencair. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.