TamiangNews.com, TERNATE -- Beredarnya video plonco mahasiswa baru di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara, membuat heboh media sosial. Video yang viral pada Kamis (29/8) itu, memperlihatkan para mahasiswa baru diminta untuk meminum air mineral gelas tanpa ditelan, namun justru meludahkannya kembali ke dalam gelas. 

Foto : Okezone
Selanjutnya, air mineral itu diberikan kepada mahasiswa yang duduk di sebelahnya. Tindakan yang sama dilakukan dan kemudian minuman itu diestafet kepada mahasiswa lainnya.

Pada video yang lain, seorang mahasiswa baru dipaksa untuk menaiki tangga dengan cara jongkok. Di depan mahasiswa baru, tampak beberapa orang yang diketahui sebagai senior meneriaki para mahasiswa baru.

Sontak video tersebut menyulut reaksi warganet. Mayoritas di antaranya menganggap aksi tersebut sebagai perlakuan yang tidak manusiawi.

Pihak Rektorat Universitas Khairun Ternate pun akhirnya menjatuhkan sanksi terhadap mahasiswanya yang dinilai bersalah dalam aksi perploncoan tersebut.

Saat cermat menyambangi lokasi kejadian, Jumat (30/8), tepatnya di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, tampak pihak dekan sibuk menyelesaikan masalah tersebut. Beberapa mahasiswa yang diduga terlibat dalam aksi itu dipanggil untuk dimintai keterangan.

Salah satu mahasiswa yang dipanggil adalah AE yang merupakan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan. AE mengatakan sebelum kejadian tersebut berlangsung, ia memang berada di lokasi. Tepatnya saat agenda pengenalan program studi sedang berjalan. “Kepala Program Studi baru saja memberikan arahan,” katanya.

Tugas AE kala itu memang melakukan pengawasan ke berbagai jurusan. Insiden dalam video tersebut terjadi di dalam ruangan khusus mahasiswa Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan. AE mengaku ia merupakan orang yang memberikan gelas air mineral tersebut kepada mahasiswa baru di ruangan itu. Namun, AE mengatakan saat itu tak ada perintah untuk melakukan seperti yang terdapat di dalam video yang viral.

“Saya memang yang memberikan gelas tersebut. Tapi niat saya bukan untuk dikeluarkan kembali, tapi untuk diminum kemudian dibagikan ke teman (mahasiswa baru) yang lain,” jelas AE. Ia melakukan hal itu dengan alasan membangkitkan rasa kebersamaan di antara para mahasiswa baru.

Setelah memberikan gelas tersebut kepada orang pertama, AE mengaku langsung berpindah ke ruangan lain untuk melanjutkan tugus pengawasannya. AE mengatakan setelah keluar dari ruangan khusus mahasiswa Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, ia tak lagi mengetahui apa yang terjadi di sana.

Akibat insiden ini, AE harus menerima sanksi skorsing selama dua semester. Namun ia menyayangkan pada saat kejadian tak ada panitia informasi dan orientasi (Inforient) di sana. Padahal, menurutnya ada beberapa dosen yang bergabung menjadi panitia Inforient.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang juga diberikan sanksi, yakni NSF, juga mengakui saat kejadian berada di ruangan itu. Hanya saja, ia berada di bagian belakang ruangan. Sosok NSF sekilas muncul dalam video yang tersebar.

NSF membenarkan pada saat itu ada teriakan yang menyuruh para mahasiswa baru untuk meminum air tanpa menelannya. Seperti yang terdengar ada di dalam video. Namun, karena banyaknya orang yang berada di dalam ruangan, ia mengatakan, tak tahu-menahu siapa sumber teriakan tersebut.

NSF kemudian di-skorsing selama satu semester. Menurut NSF, tim penyidik yang dibentuk oleh pihak rektorat menilai dirinya lah orang yang meneriakkan perintah tersebut. Namun NSF menolak tuduhan itu. “Bukan saya yang teriak. Saya merasa ini tidak adil. Saya butuh keadilan atas tuduhan ini,” katanya.

Selain AE dan NSF, ada juga LM dan FSMA yang juga dijatuhi sanksi skorsing.

Atas kejadian tersebut, Rektor Universitas Khairun, Husen Alting, melalui rilis yang diterima cermat, mengucapkan permohonan maaf, sekaligus mengutuk keras dan berharap kejadian seperti itu tak terulang kembali. [] OKEZONE

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.