TamianNews.com, KARANG BARU-- Untuk Mewujudkan Kawasan Pusat Ibu Kota Karang Baru dan kota Kuala Simpang, DLH Atam Gelar Forum Group Diskusi bersama  sebagai pintu gerbang Pertumbuhan Ekonomi Strategis Perdagangan dan Jasa Regional yang dinamis berbasis Mitigasi Bencana", di Aula Kominfo dan Persandian. Kamis (4/7).


Acara ini dihadiri kurang lebih 50 orang yang terdiri dari kepala SKPK Terkait serta Narasumber dari tenaga ahli Universitas Syiah Kuala.

Diskusi ini membahas tentang Kebijakan Pengembangan yang ada serta dengan merujuk pada ketentuan pembagian sub Bagian Wilayah Perkotaan (BWP) yang ada maka kawasan Perkotaan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang dibagi menjadi 2 Sub.

Dimana Kuala Simpang dengan Fungsi Utama Pengembangan Perdagangan dan Jasa, dan Karang Baru bagian Selatan dengan Fungsi utamanya Pengembangan Pemerintahan Perkantoran Perdagangan Jasa dan Perumahan.


Plt Dinas Lingkungan Hidup Sayed, SP, M.si, MMA dalam sambutanya mengatakan Peran Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam perencanaan tata ruang ini adalah bentuk tindakan strategis yaitu menuntun, mengarahkan dan menjamin tidak terjadinya efek negatif terhadap lingkungan dan berkelanjutan dipertimbangkan secara inheren dalam kebijakan rencana dan program (KRP).

Sementara Tenaga ahli Unsyiah Banda Aceh Dr.Ir.Hairul Basri ,M.sc juga menambahkan, dalam Memperkuat proses pengambilan keputusan atas KRP di dalam RDTR, Membantu mengarahkan, mempertajam fokus, dan membatasi lingkup dokumen lingkungan maka dilakukan pada tingkat rencana dan pelaksanaan usaha atau kegiatan di dalam RDTR Pusat Ibukota Karang Baru dan Kota Kuala Simpang Tahun 2018-2038.

Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan hidup dan berkelanjutan dalam penyusunan Kebijakan, Rencana, atau Program (KRP) di dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pusat |bukota Karang Baru dan Kota Kuala Simpang Tahun 2018-2038. Tambahnya.[] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.