TamiangNews.com, SUBULUSSALAM -- Sejumlah penggiat lingkungan di Kota Subulussalam tantang para pendukung rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh Konsorsium PT Adien-Hyundai di wilayah Sungai Lae Souraya, yang merambah wilayah hutan Lindung dan Kawasan Ekosistem Leuser untuk buka-bukaan data potensi dampak. Senin (1/7).
Menurut Beni, Sekjen Gerakan Pecinta Alam G-PAL Kota Subulussalam pihaknya memiliki sejumlah data potensi dampak negatif soal rencana pembangunan PLTA ini, bukan hanya beresiko pada perusakan lingkungan, tapi juga akan memutus jalur transportasi jalur sungai diantara 4 kabupaten/kota, yaitu antara Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.
"Ini jelas bertentangan dengan arah kebijakan RTRW Aceh tahun 2013-2033, yang merencanakan untuk menghubungkan ke wilayah-wilayah ini dengan memanfaatkan sungai sebagai infrastrukstur transportasi, melintasi Muara Situlen, Gelombang, dan Singkil", jelas Beni.
Ketua Komunitas Pemuda Pecinta Alam, Komppas Subulussalam juga menyatakan pihaknya sudah merekapitulasi sejumlah potensi dampak negatif yang akan terjadi bila PLTA ini jadi dibangun, salah satunya soal kesenjangan ekonomi.
"Kita berkaca saja dari kondisi sebagian besar masyarakat papua hari ini, apakah ekonomi mereka membaik sejak adanya perusahaan raksasa disana?, atau yang paling dekat saja, Aceh Utara, PT Arun ada disana, tapi silakan searching di google, Aceh Utara adalah Kabupaten termiskin di Aceh", ungkap Amri.
Pembina Komppas Subulussalam, Roni Rahendra bahkan menyebutkan sejumlah penggiat lingkungan di Subulussalam sudah berkumpul dan mendiskusikan soal ini. 
"Betul, kemarin kami dari beberapa lembaga dan komunitas penggiat lingkungan berkumpul di sungai Lae Kombih membahas ini, intinya kami menolak sebab rencana pembangunan PLTA di areal ini sangat berpotensi merusak areal hutan lindung, kawasan ekosistem Leuser, dan hutan lain disekitarnya", kata Roni, ia meminta semua pihak untuk peka dan mencari tahu lebih jauh tentang gejala-gejala alam yang terjadi akibat kian rusaknya alam.
"kami minta semua pihak untuk pikirkan masa depan anak cucu kita, pemanasan global itu nyata, sadar atau tidak kita sedang merasakan dampaknya, janganlah diperburuk lagi". tutup Roni.[] TN-W007.

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.