TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Pasca perusakan dan pembakaran inventaris Kantor serta dokumen adminitrasi Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) oleh masa yang terjadi 07 Juli 2019 di kantor DPW PA Aceh Tamiang, segenap  mantan Kombatan GAM Angkat Bicara lewat Pers Realeas yang diselenggarakan Senin, (8/7) dalam ruang pertemuan disalah satu Cafe kota Kuala Simpang.


Mantan Kombatan GAM yang turut hadir dalan pertemuan tersebut diantaranya, Tengku Ismail/aneuk Kleung, Tengku Mustafa/Danlabu, Tengku Dedi comba, Tengku Hasan Basri/walet, Tengku Zulkarnain/ Zoel Ulee, Tengku Baihaqi/Hakim dan Tengku Saiful Bahri/panjang.

Dalam pertemuan tersebut para mantan kombatan GAM wilayah Aceh Tamiang menyatakan sikap tentang kejadian pengrusakan kantor DPW PA Aceh Tamiang yang terjadi pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2019 kemarin.

Adapun sikap yang dinyatakan Para Kombatan dalam Pers Realeas bahwa, DPW-PA Aceh Tamiang adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari DPP-PA di Banda Aceh dan keputusan di DPP-PA di Banda Aceh adalah mengikat semua elemen partai Aceh yang ada di seluruh wilayah.

Selain itu para Kombatan GAM di Atam juga menambahkan, tentang kejadian pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2019 di kantor DPW-PA Aceh Tamiang, adalah sikap pembangkangan terhadap keputusan DPP-PA yang dilakukan oleh oknum yang mengatas namakan KPA wilayah.

"Kami atas nama mantan kombatan GAM sangat menyesalkan pengrusakan dan pembakaran inventaris kantor DPW-PA Aceh Tamiang dan kami juga para mantan kombatan GAM menyerahkan persoalan ini kepada pucuk pimpinan PA dan KPA di Banda Aceh". Imbuh para Kombatan. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.