TamiangNews.com, KARANG BARU - Untuk menjaga kekompakkan dalam upaya membangun masa depan Aceh yang lebih baik, para Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang sebelumnya bersebrangan pandangan politik agar bisa kembali bersatu, khususnya bagi para mantan kombatan GAM wilayah Tamiang yang kini bernaung dalam wadah Komite Peralihan Aceh (KPA), Kamis (25/7).
                                      Murthala
Mantan komandan operasi GAM wilayah Tamiang Murthala, dalam pertemuannya bersama wartawan  TamiangNews.com mengatakan dirinya berharap agar tidak ada perpecahan antara sesama mantan Kombatan GAM, dan tetap solid membangun silahturahmi, terlebih dalam upaya bersama-sama membangun daerah.

Menurut pria berbadan tegap yang sering disapa Tala, hingga saat ini masih banyak butir – butir MoU Helsinky yang belum terealisasi dan harus di perjuangkan bersama - sama agar bisa dijalankan oleh Pemerintahan Aceh, karena itu, para mantan GAM yang berada di Partai Aceh dan PNA agar bisa kembali bersatu padu dalam upaya mensejahterakan masyarakat Aceh.

"Walaupun berbeda partai politik, para petinggi Partai Aceh dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan siapapun mantan kombatan GAM agar tidak melupakan titah perjuangan GAM dalam mensejahterakan rakyat Aceh, sebab itu, mantan kombatan GAM harus tetap solid memikir nasib masa depan Aceh menjadi lebih baik hingga bisa dirasakan oleh generasi – generasi Aceh sepanjang masa,” ungkap Murtala.

Dirinya juga berharap melalui keterwakilan di legeslatif Partai Aceh (PA) dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) tentunya dapat memberikan peluang besar untuk memperjuangkan butir-butir MoU Helsinky yang belum di berikan sepenuhnya oleh pemerintah pusat sehingga kedepan hal ini bisa terwujud. 

“ Termasuk butir- butir MoU yang dirasakan saat ini masih belum berjalan maksimal dapat dijalankan sepenuhnya,” tambah Murtala.

Selain itu, Murtala juga berharap persoalan yang terjadi di DPW Partai Aceh wilayah Aceh Tamiang beberapa waktu lalu sebagaimana muncul di sejumlah media masa tentang pergantian Ketua DPW PA tersebut agar bisa diselesaikan secara musyawarah, jangan sampai menimbulkan kesan terjadinya perpecahan  sesama mantan kombatan GAM dimata publik. 

“ Kita sebagai mantan kombatan GAM yang berada di Partai Aceh dan Partai Nanggroe Aceh mari saling bahu membahu membesarkan partai dan menjaga kepercayaan masyarakat Aceh yang telah diberikan bagi kedua partai lokal ini, kekompakkan serta kesolidaritas para mantan kombatan GAM merupakan bagian dari kunci utama mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh," imbuhnya.[] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.