TamiangNews.com | SUNGAI IYU --Sebanyak 37 murid Kelas 3 Madrasah Ibtidyah Negeri 8 Aceh Tamiang (Sungai Iyu) terpaksa belajar di Ruang Perpustakaan Sekolah akibat ruang belajar sekolah tersebut tidak mencukupi, namun mereka tetap tekun mengikuti proses belajar mengajar, Selasa (23/7).
Sejak dua tahun belakangan ini Madrasah Ibtidayah Negeri 8 yang berada di Kampung Bandar Khalifah Kecamatan Bendahara  Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi Primadona bagi orang tua untuk menyekolahkan anak anaknya disekolah Agama dimasing masing Kecamatan, sehingga sekolah tidak mampu menampung semua.
Hal itu dikatakan Kepala Sekolah Madrasah Ibtiyadah Negeri 8 Aceh Tamiang Ramli SAg, "anak anak yang mendaftar masuk di tahun ajaran 2019 - 2020 sangat tinggi" niat orang tua untuk memasukkan anak - anaknya ke sekolah Agama jumlah murid baru yang masuk sebanyak 87 murid sehingga jumlah murid baru yang masuk tidak bisa dikondisikan dengan jumlah lokal yang tersedia.
Dijelaskan Ramli S.Ag, jumlah keseluruhan murid di MIN 8 Aceh Tamiang ini sebanyak 420 pelajar sedangkan ruang belajar yang ada hanya 8 ruang belajar, untuk Kelas 1 pihaknya hanya mampu menyediakan dua ruangan belajar saja, jadi masing masing kelas diisi sebanyak 44 dan 43 murid, hal ini sangat tidak sesuai untuk proses belajar mengajar.
Lebih lanjut dijelaskan Kamad, saat ini aktifitas belajar mengajar MIN 8 ini terbagi di dua lokasi berbeda, untuk murid kelas 1,2,3 belajar di lokasi sekolah baru yakni yang ada di samping Lapangan Bolakaki Kecamatan Bendahara sebagai lokasi sekolah tetap berjumlah 4 ruang belajar.
Sedangkan untuk murid kelas 4,5 dan 6 belajar di lokasi Bangunan awal yang sudah ada sejak tahun 1950-an yang berada dipingir Alur dengan kondisi sekolah sangat memprihatinkan berjumlah 4 ruang belajar. 
Jarak tempuh sekolah lama dengan sekolah baru lebih kurang 400 meter dimana para siswa itu setiap Senin mengikuti upacara bendera bersama, sedangkan pada hari Sabtu sebelum masuk belajar mereka melakukan senam dilokasi sekolah baru, usai melakukan aktifitas rutin tersebut para siswa kembali lagi kesekolah lama untuk mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa.
Untuk itu Ramli S.Ag, sangat mengharapakan adanya bantuan Pembangunan ruang belajar disekolahnya mengingat sangat terbatasnya lokal yang ada disekolahnya, sayang anak anak belajar dengan cara seperti itu.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.