TamiangNews.comRANTAU --Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang gelar program Skill Development Center (SDC) atau Pusat Pengembangan Keahlian dipusatkan di gedung pertemuan wisma Jeumpa, Komplek Pertamina Rantau Senin (29/7).
Acara akan digelar selama 3 hari ini dilaksanakan bersama forum seluruh Stakeholder terkait dengan pelatihan pemagangan dunia usaha dunia industri, melalui SKPK terkait yakni Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan dinas lainya.

Adapun tujuan kegiatan workshop Skill Development Centre ini adalah menyatukan keterpaduan lembaga pendidikan dan pelatihan dengan industri guna memetakan apa kebutuhan industri sehingga dapat mengurangi pengangguran di daerah.

Wakil Bupati Aceh Tamiang H.T Insyafuddin, ST dalam sambutan serta pembukaanya mengatakan, dirinya sangat berterima kasih atas terlaksananya kegiatan ini, dirinya juga berharap bisa mengucurkan anggaran dari Disnaker Aceh untuk mendidik mahasiswa yang telah diwisuda.

Menurut Wabup, manusia yang memiliki SDM yang baik harus bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain melalui program usaha mandiri yang berhasil diciptakan setelah digembleng melalui berbagai pelatihan non pendidikan. 

"Wirausahawan itu tidak langsung bisa tercipta sendiri, dan kita harus mengubah pola mindset kita untuk menciptakan lapangan kerja, bagaimana cara membuka peluang usaha sebelum terkontaminasi dengan hal-hal Iain yang hanya berharap bisa menjadi pekerja diperusahaan maupun menjadi PNS," imbuhnya.

Deputi Director for Employment Creation pada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Ir Muhammad Iqbal Abbas, MBA, saat dikonfirmasi TamiangNews.com mengatakan, Komitmen seluruh Stakeholders Dinas yang terkait baik dari Kabupaten /Kota, Propinsi juga Pemerintah Pusat, harus sama-sama kuat.

"Jadi marilah kita bersama-sama bergandeng tangan untuk bisa menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan ini, yang paling utama menuntaskan pengangguran, karena yang kita ketahui di negara kita ini ada 7 juta orang yang masih berada pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekitar 5,3 % dan untuk setengah pengangguran itu ada 8 juta orang, berkemungkinan propinsi Aceh juga termasuk pengangguran tinggi," ugkapnya.

Selain itu, menurut data yang diperoleh Dr. Bambang Wasito, M.sc. (Senior Advisor Bappenas RI) yang juga selaku Narasumber dalam acara menyebutkan, tingkat pengganguran terbuka (TPT) di Propinsi Aceh sebesar 6.36% atau (150 ribu orang), pengangguran dari 5,3 juta jiwa penduduk, sedangkan pengangguran yang ada di Aceh Tamiang berjumlah (6.650 orang) dari 289 ribu penduduk yang diperoleh dari Data laporan Tahun 2018.[] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.