TamiangNews.com | KARANG BARU -- Meski berada dalam ring satu Daerah Eksplorasi Produksi Pertamina Rantau, warga masyarakat Kampung Tanjung Seumantoh dan sekitarnya mengakui pihaknya jarang dilibatkan dalam berbagai aktivitas Pertamina, kalau ternyata pihaknya dilibatkan itu tak lebih ketika Pertamina menghadapi kendala seperti sengketa lahan sumur, pencurian dan lain lain. 

“Kalau ada masalah seperti itu tak bisa tanpa mengajak kami selaku Datok (Kepala Desa-red) ” kata Amirul Mukminin Senin (16/7).

Sebagai kepala pemerintahan, Amirul mengaku sudah kehilangan respek dengan Pertamina, terlebih dengan sikap Humas Pertamina yang terkesan mempunyai otoritas yang luar biasa terhadap perusahaan BUMN tersebut. Sehingga pemerintahan Desa bahkan Kecamatan terkesan disepelekan oknum humas pertamina tersebut.

Selaku Datok Penghulu Kampung Tanjung Seumantoh, ia juga mempertanyakan kontribusi Pertamina untuk Kampung yang notabene dalam ring satu Pertamina. Karena selama ini pengelolaan CSR Pertamina disini tidak transparan dan bahkan tidak terealisasi.

“Kalau ada yang bertanya tentang program CSR Pertamina di Kampung terus terang saya tidak bisa jawab karena saya juga tidak dilibatkan, ” cetusnya.

Memang ada dibangun pagar TPU dan Plat Beton itupun harus dibangun karena mereka kerap melewati jalan tersebut jika tidak dibangun plat beton tersebut mereka tidak bisa melaluinya,  jadi mereka bangun plat beton tersebut, jelas Datok Amirul.

Salah orang tokoh Pemuda Kampung Tanjung Seumantoh Abdul Razzaq Mubaraq juga menyesalkan sikap cuek pihak pertamina, mereka tidak pernah bermusyawarah seandainya ada kegiatan pekerjaan dikampung,  riba tiba saja sudah kerja sementara yang bekerja sama sekali tidak ada melibatkan warga setempat walau hanya kerja paritan akibatnya saya selalu jadi bulan bulan kawan kawan mempertanyakan mengapa mereka tidak bisa kerja setiap kali ada pengeboran ataupun pencucian sumur didaerah mereka.

Salah seorang pegiat LSM di Aceh Tamiang Syahri El Nasir, menyayangkan jika ternyata Pertamina mengabaikan Pemerintahan Desa maupun Kecamatan dalam hal proses CSR. 

“Jangan mengecilkan Datok atau Camat dalam hal ini. Mereka adalah pemerintah resmi dalam wilayahnya, mengecilkan mereka sama artinya mengecilkan negara ini, jadi tetap harus mengedepankan etika,“ kata Pegiat LSM pada TamiangNews.com yang akrab dengan awak media.

Ditambahkan Nasir, Humas PT Pertamina Fandi Prabudi itu terkesan kaku dan tertutup susah untuk diajak komunikasi, padahal dirinya seorang Humas yang harus merangkul dan membangun komunikasi dengan semua elemen sipil yang ada di Aceh Tamiang,  tidak hanya cukup berkomunikasi dengan pemerintah daerah saja, namun juga harus memperhatikan hubungan disekitarnya.

Untuk itu Nasir meminta Pimpinan Pertamina pusat untuk segera mengevaluasi kinerja Humas PT Pertamina EP Field Rantau demi harmonisnya hubungan dengan masyarakat disekitar SP Ring 1 yang ada, harap Nasir.

Terkait masalah tersebut Humas PT Pertamina EP Field Rantau Fandi Prabudi yang ditanya  TamiangNews. com melalui telepon selularnya tidak menjawab, namun ketika ditanya melalui pesan Whatsapp dia membalas dengan ketus "terserah anda", jawabnya singkat.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.