TamiangNews.com | BANDA ACEH --Bendera Aceh adalah berlambang Alam Peudeng (pedang), bukan bulan bintang yang selama ini kerap didengungkan pihak tertentu dan telah pula disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh beberapa waktu lalu.
Ilustrasi 
Demikian tulis Pers relis yang diterima TamiangNews.com,  Jum'at (26/7), tulis relis itu bahwa Sebahagian orang mengatakan bahwa bendera Kerajaan Aceh Darussalam berlambang Bulan Bintang. 

Namun sumber tertulis yang tertua dari Belanda menyatakan bahwa bendera Aceh berlambang dua rencong atau pedang. Kontroversi masih berlanjut dan itu jelas dalam sejarah.

Menurut ahli sejarah Aceh sekaligus Direktur Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh, Rusdi Sufi bahwa bendera Alam Peudeung merupakan lambang Aceh yang asli.

Ia menunjukkan sebuah ilustrasi bendera berwarna merah dengan lambang bulan bintang dan pedang onjok, pedang khas Aceh yang berbentuk daun aren terletak melintang di bawah lambang bulan bintang itu. Seperti gambar dan bendera yang sering kita lihat.

Alam Peudeung dalam bahasa Aceh, “alam” yang berasal dari bahasa Arab berarti bendera dan “peudeung” adalah Pedang. 

Alam Peudeung merupakan bendera Kerajaan Aceh Darussalam berdasarkan catatan sejarah yang ditulis pihak Belanda. 

Namun belum ada catatan sejarah yang cukup jelas menggambarkan wujudnya," kata Rusdi sambil menunjukan foto bendera kepada sejumlah awak media, Jum'at (26/07), di Banda Aceh.

“Sedangkan ini bendera juga, tapi untuk membangkitkan semangat perang," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, banyak versi yang menerangkan tentang simbol daerah Aceh. Namun ia meyakini bahwa Alam Peudeung merupakan bendera sesungguhnya Aceh. 

“Memang banyak versi, tapi saya cenderung dengan ini," ungkapnya seraya menunjukkan ilustrasi Alam Peudeung yang tampil dalam buku Tarikh Aceh dan Nusantara karya Zainuddin.

Buku dengan gambar ilustrasi bendera Aceh di masa Kerajaan Aceh Darussalam berjudul “Alam Atjeh” terdapat syair berbahasa Aceh yang berbunyi, "Di Aceh ada Alam Peudeung, Cap Sikureung di tangan raja". Dan buku tersebut menceritakan kegemilangan sejarah Aceh.[]TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.