TamiangNews.com, KARANG BARU -- Sabtu (22/6) bertempat di Aula Kominfo komplek perkantoran Karang Baru Aceh Tamiang, Pegadaian Syariah Cabang Kualasimpang menggelar acara seminar sekaligus sosialisasi salah satu produk pegadaian "pembiayaan Haji Arrum, kemudahan ibadah haji dengan Gadai emas".



Produk berupa bantuan dana talangan porsi haji ini sudah ada sejak tahun 2014 dan mulai dipasarkan massal dari tahun 2015 ujar Achmad Sugeng, SE selaku pimpinan cabang pegadaian syariah kualasimpang.

Produk berupa dana talangan maksimal plafon Rp.25.000.000- ini akan disetorkan ke Kemenag selaku penyelenggara haji yang sah diindonesia ini jika si nasabah sudah memiliki jaminan senilai 4 Gram logam mulia atau Perhiasan yang setara.

Nanti nya nasabah akan mencicil pembayaran dana talangan tersebut dengan pilihan mulai dari satu hingga 5 tahun cicilan.

Unik nya program ini bisa disanding kan dengan produk/program pegadaian syariah lainnya (contoh: produk Tabungan emas) Selain Achmad Sugeng, SE selaku Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Kualasimpang, seminar tersebut juga diisi oleh Ronal Fahrizan selaku Asisten Manager Penjualan Area Banda Aceh dan Ustan H.Ruswanto.

Di sesi tanya jawab ada beberapa pertanyaan unik dari peserta beberapa diantara nya terkait perbedaan pendapat tentang boleh atau tidak nya memiliki logam mulia dengan cara mencicil. Jawaban pemateri bahwa memang terdapat pendapat berbeda tentang boleh atau tidak nya beli logam mulia dengan mencicil namun dengan kondisi indonesia yang menjadikan emas/logam mulia sebagai barang bukan sebagai alat tukar mata uang (seperti negara timur tengah, dinar dan dirham yang terbuat dari logam mulia) maka mencicil langsung itu boleh.

Pertanyaan lain untuk pembiayaaan haji melalui perbankan dengan status perbankan sebagai penalang dana Ustad H.Riswanto menyampaikan bahwa untuk perbankan yang dikhawatirkan itu tercampurnya akad yang malah jatuh nya menjadi riba, sedangkan produk talangan haji oleh pegadaian syariah sudah melalui seleksi Dewan syariah dimana dana talangan yang dibayarkan nasabah tidak ada unsur bunga yang menjadi riba. Melainkan ada nya biaya upah menitipkan emas tersebut yang dijadikan jaminan gadai. Secara akad insyaaaAllah lebih aman dari tinjauan syariah ujar beliau. [] TN-W014

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.