TamiangNews.com, MENLO PARK -- Twitter merilis pemberitahuan yang ditujukan bagi para tokoh publik yang melanggar pedoman komunitas.


Jadi, jika sosok seperti Presiden Donald Trump akan men-tweet sesuatu yang melanggar aturan Twitter, platform tersebut dapat memberi tahu akun dan mengurangi jangkauan tweet tersebut. Peraturan ini disampaikan oleh eksekutif Twitter dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Dilansir dari The Verge, Minggu (30/6/2019) peraturan ini hanya akan berlaku untuk cuitan dari akun tokoh politik, pengguna terveriviaksi, dan akun dengan jumlah pengikut lebih dari 100.000.

Jika tweet ditandai melanggar aturan platform, tim dari Twitter akan menilai itu demi kepentingan publik atau tidak. Jika itu dinilai melanggar, maka pihak Twitter akan menandai dengan kotak abu-abu yang akan muncul di depan tweet yang memberitahu pengguna bahwa cuitan itu melanggar.

Namun, pengguna masih diberikan opsi untuk melihat tweet tersebut dengan mengklik kotak bertuliskan "View".

"Tokoh publik yang menggunakan Twitter ini telah memberikan pengaruh dan terkadang mencuitkan hal-hal yang dapat dianggap kontroversial atau mengundang perdebatan dan diskusi," tulis Twitter dalam blog resminya.

"Fungsi penting dari layanan kami adalah menyediakan tempat di mana pengguna dapat secara terbuka dan publik menanggapi para pemimpin mereka dan meminta pertanggungjawaban mereka," imbuh mereka.

Jika pemberitahuan ini muncul, tweet tersebut tidak akan muncul di bagian Safe search, Top Tweets timeline, halaman live events, notifikasi yang direkomendasikan, tab notifikasi, dan halaman Explore. [] SINDONEWS

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.