TamiangNews.com, KARANG BARU --Sedikitnya ada 150 kasus gugat cerai yang telah selesai ditangani oleh Mahkamah Syariyah Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang dari 278 kasus angka gugat perceraian, disinyalir faktor ekonomi, perselisihan dalam rumah tangga dan pertengkaran yang berkepanjangan, hingga keterlibatan pihak ketiga atau perselingkuhan juga tersandung kasus narkoba bagi pihak suami, Jum'at, (28/06).

Demikian dikatakan Ketua Mahkamah Syariah Kualasimpang, M.Syauqi, S.H.I, M.H. melalui Anny Suryani, S.Ag Panitera Muda Hukum, diruang kerjanya.

Berdasarkan data yang ada terhitung sejak Januari hingga Juni 2019 ini, tercatat ada 278 kasus Gugatan, demikian disampaikan Menurut Anny Suryani, pada tahun 2019 ini, terhitung sejak Januari hingga Juni 2019, Mahkamah Syariah Kualasimpang menangani kasus angka gugat perceraian sebanyak 278 kasus, didominasi oleh kasus cerai gugat atas permohonan istri daripada cerai talak (permohonan suami), katanya.

Ini disebabkan banyak faktor, diantaranya faktor ekonomi, perselisihan dalam rumah tangga dan pertengkaran yang berkepanjangan, adanya keterlibatan pihak ketiga atau perselingkuhan serta tersandung kasus narkoba bagi pihak suami, terangnya.

Informasi yang dihimpun media ini, jumlah kasus perceraian yang ditangani oleh Mahkamah Syariyah Kualasimpang sebanyak 278 kasus, diantaranya 150 kasus gugat cerai dan telah diputuskan oleh Mahkamah Syariah, sedangkan 228 kasus lainnya sedang menjalani proses, jelasnya.

Panitera Muda Hukum ini menjelaskan, dari semua jumlah kasus yang ditangani oleh Mahkamah Syariah Kualasimpang setiap tahunnya hanya 3 sampai 5 kasus saja yang dapat diselesaikan secara mediasi.

Sebelumnya, bagi setiap permohonan kasus cerai, baik cerai talak maupun cerai gugat, pihaknya terlebih dahulu melakukan mediasi  kepada kedua belah pihak yang bersangkutan sesuai prosedur, namun sangat sedikit yang berhasil diselesaikan,” kata Anny.[] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.