TamiangNews.com, SIGLI -- Sebanyak 30 anggota Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Pidie, Sabtu (22/6/2019) hingga Minggu (23/6/2019) dini hari WIB, merazia sejumlah kafe (warung kopi) yang diduga akan menggelar turnamen game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) di Kota Sigli, Pidie.

Foto : Serambi
Setelah razia itu, pemilik kafe sepakat untuk membatalkan turnamen PUBG yang sebelumnya sudah direncanakan itu.

Kasatpol PP dan WH Pidie, Iskandar Abbas, melalui Penyidik, Tgk Razali Yusmar, kepada Serambi, Minggu (23/6/2019) mengatakan, razia itu berlangsung lancar dan tertib serta tak ada perlawanan dari pemilik atau pekerja kafe (warung kopi).

Menurutnya, pemilik kafe ditanyakan terkait rencana pelaksanaan turnamen game tersebut.

“Semua mereka terima dan tidak mempersoalkan razia yang kita lakukan. Hasilnya, turnamen PUBG yang sudah direncanakan itu akhirnya dibatalkan,” ungkap Razali.

Disebutkan, sasaran razia antara lain kafe di Jalan Prof A Majid Ibrahim dan kompleks Terminal Terpadu Kota Sigli, serta warung internet (warnet) dan sejumlah kafe di tempat wisata tepi pantai.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa di Sigli akan digelar turnamen game PUBG pada 7-8 Juli 2019.

Rencana itu kemudian menuai kecaman dari sejumlah kalangan menyusul keluarnya fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang menyatakan main game PUBG haram hukumnya.

Meresahkan

Sementara itu, sejumlah ibu rumah tangga mengaku resah dengan informasi yang merebak di media sosial bahwa di Sigli akan diadakan turnamen game PUBG.

“Saya khawatir anak-anak lalai dengan hal tidak bermanfaat seperti main game PUBG. Karena itu, kami berharap ada upaya dari pihak terkait untuk menertibkan permainan tersebut,” ujar Ita, ibu rumah tangga asal Kota Sigli.

Hal senada juga dikatakan Irma, ibu rumah tangga lainnya.

“Makin mudahnya mengakses dunia maya harusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna. Generasi sekarang sudah terlena dengan game, makanya harus dicegah. Jangan sampai pelajaran di sekolah dan tempat pengajian dilupakan karena asyik dengan game,” pungkas Irma.

Komentar hampir sama juga datang dari Solidaritas Mahasiswa Bela Pendidikan (Sombep) Aceh Barat. Mereka mendukung fatwa MPU Aceh yang menyatakan haram hukumnya bermain game PUBG dan sejenisnya.

“Ini karena sudah sangat meresahkan bagi generasi muda di Meulaboh khususnya dan Aceh umumnya,” kata Ketua Sombep Aceh Barat, Mudasir, kepada Serambi, kemarin.

Menurutnya, game itu dapat memicu pemainnya berperilaku radikalisme dan agresif.

Bahkan World Health Organization (WHO) menetapkan kecanduan bermain games sebagai penyakit mental dan niat belajar akan berkurang karena sibuk main games.

Dikatakan, kecanduan terhadap game itu dapat diihat di warung kopi, warnet, kampus, atau tempat-tempat lain dimana pemuda atau pemudi yang nongkrong semuanya sibuk main game.

Ia berharap fatwa MPU terkait game PUBG dapat disosialisasikan kepada semua lapisan masyarakat.

Nanti, jika dianggap perlu baru dibuat aturan khusus seperti qanun atau peraturan lain.

“Peran orang tua dalam mengawasi anaknya agar tak terjebak main game tersebut juga perlu ditingkatkan,” ungkap Mudasir.

Amatan Serambi, kemarin, pemain games PUBG dan sejenisnya terlihat ramai pada sejumlah warung kopi di Meulaboh terutama warung kopi yang memiliki wifi/internet gratis.

Kondisi itu juga disebabkan saat ini sudah memasuki masa libur sekolah.

Gelar turnamen

Sementara itu, sebanyak 77 tim (308 peserta) mengikuti turnamen game PUBG pada sebuah kafe di Jalan Iskandar Muda, Meulaboh, Sabtu (22/6/2019).

Turnamen dengan hadiah total Rp 14 juta tersebut diselenggarakan oleh salah satu komunitas games di Meulaboh.

Sumber Serambi menyebutkan, turnamen yang diikuti peserta dari Aceh Barat dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh hingga Sumatera Utara itu mematok biaya pendaftaran Rp 200 ribu per tim.

Panitia mengaku turnamen tersebut sudah sejak lama direncanakan sebelum MPU Aceh mengeluarkan fatwa. Kegiatan yang dilaksanakan dari pagi hingga malam hari itu berlangsung meriah dan lancar. SERAMBI

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.