TamiangNews.comJAKARTA.

Innalillahi wa innailaihi rojiun, Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi, Mantan Kasad ke - 26, Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, telah kembali ke haribaan Ibu Pertiwi pada, Rabu (12/6). 

Berita duka ini disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/6/2019). 

Dikatakan Kadispenad, mantan Kasad yang terkenal dengan ketegasannya tersebut, wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, karena sakit yang dideritanya.

"Hari ini kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa,”ujar Brigjen TNI Candra Wijaya. Almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSPAD, dikarenakan menderita sakit kanker usus. 

Keluarga maupun Tim Medis (RSPAD), seluruhnya telah berupaya secara maksimal dan melakukan yang terbaik, namun Allah, SWT berkehendak lain, imbuh Candra.

Perlu kita ketahui  bersama, atas keberhasilan dalam mengharumkan Maluku di pentas Nasional maupun Internasional serta ketegasan dalam memimpin pasukan sampai menjadi orang nomor satu di TNI AD, di era 2010.

Almarhum Jenderal TNI (Purn) George Toisutta mendapatkan gelar kehormatan Sang Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi atau Pemimpin Besar Pemersatu yang Tangguh dari Majelis Latupati Maluku.

"Sebagaimana umumnya, setelah dinyatakan wafat oleh tim dokter, selepas dimandikan tadi pagi, jenazah almarhum disholatkan di Masjid As-Syifa RSPAD dan disemayamkan di Rumah Duka RSPAD,” terang Candra.

Lebih lanjut dijelaskan Kadispenad bahwa semenjak terdengarnya berita duka tersebut, para pejabat TNI AD maupun purnawirawan TNI serta keluarga almarhum berdatangan untuk bertakziyah dan turut melaksanakan sholat jenazah.

“Selain Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa beserta istri, juga hadir para pejabat teras TNI AD, para mantan Kasad, para Purnawirawan Pati TNI untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan agar alm Jenderal TNI (Purn) George Toisutta diterima di sisi-Nya dan _Husnul Khotimah_”, ujar Candra.

“Dalam kesempatan tersebut, Kasad dan Ny. Hetty Andika Perkasa bertemu dengan keluarga dan kerabat almarhum  saat disemayamkan,” imbuhnya.  

Saat Upacara pemberangkatan jenazah yang dipimpin langsung oleh Kasad di halaman Rumah Duka RSPAD, lanjut Candra,  para tamu yang hadir tidak dapat menutupi rasa haru mereka yang sangat mendalam.  

“Terlebih saat penghormatan jenazah, seluruhnya memberikan penghormatan terakhir dengan penuh haru kepada almarhum yang jenazahnya diusung dalam peti berselubung Bendera Merah Putih. Ini tentunya ini menujukkan betapa tinggi kharisma almarhum dihadapan keluarga, rekan maupun anak - buahnya selama ini,” pungkas Candra.

 “Usai upacara pemberangkatan, jenazah almarhum diberangkatkan ke Makassar melalui Bandara Halim Perdanakusuma dengan Pesawat Hercules C - 130 untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dadi Makassar. Serangkaian acara pemakaman juga telah disiapkan di Makassar,” tambahnya.

Dikatakan Candra, setelah setiba di Lanud Makassar, jenazah almarhum akan langsung dibawa menuju rumah duka di Jalan Rotan No. 80, Gunung Sari Makassar untuk disemayamkan dan selanjutnya disholatkan di Masjid Nurul Ilmi Makassar. 

“Pemakaman dilaksanakan di TPU Dadi Makassar dan bertindak selaku Irup, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dan pelaksanaannya akan dikordinasikan oleh Garnisun setempat,” tegasnya. 

Meski berdarah Ambon, Jenderal TNI (Purn) George Toisutta dilahirkan di Makassar pada 1 Juni 1953, dan saat ini meninggalkan tiga orang anak dari pernikahannya dengan Hj. Nur Alam.

Selama hidupnya, selain memegang teguh filosofi kerohanian Islam yaitu semua harus sama, almarhum juga menyukai tokoh wayang Begawan Bisma yang terkenal jujur dan pemberani.

  “Latar belakang jabatan dan penugasan Almarhum sangat lengkap hingga menjabat menjadi Kasad dari Tahun 2009 sampai 2011.

Sebelum menjadi Kasad, pada Tahun 2009, beliau menjadi Pangkostrad menggantikan Mayjen TNI Erwin Sujono, waktu itu” tutur Candra.

"Beliau juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam XVII/Trikora (Sekarang Kodam XVII/Cen dan Kodam XVIII/Ksr) dan Kodam III/Slw, dan sebelum menjabat sebagai Pangdivif 1/Kostrad, pernah ditugaskan sebagai Pangkoops TNI di Aceh pada Tahun 2003,” pungkasnya.

Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita yang mendalam, seluruh Satuan Jajaran TNI Angkatan Darat mengibarkan Bendera Setengah Tiang selama tujuh hari mulai, 12 hingga 18 Juni 2019.

"Selamat Jalan Sang Bisma Angkatan Darat, sebagai Kapitan Elake Patiloe Manawa Kabaressi, Darma Bhaktimu tidak hanya tertanam dalam diri setiap prajurit TNI AD, namun juga akan terkenang oleh seluruh Rakyat Indonesia, dari Aceh hingga Papua," jelas Kadispenad. 

Turut hadir dalam acara pemakaman mantan KSAD tersebut Jend Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Gatot Nurmantyo datang dengan menggunakan kemeja dan celana kain berwarna hitam. Gatot tiba di Pemakaman Dadi, Jalan Lanto Dg Pasewang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan tepat sebelum upacara berlangsung.

Gatot datang dan langsung masuk ke dalam barisan keluarga dan pimpinan TNI lainnya yang hadir pada pemakaman sekitar pukul 17.30 Wita.

Secara terpisah, Anggota Kelompok '78' Bang Yoes menyampaikan ucapan belasungkawa dengan kepergian mantan Ketua PSAD, juga pernah sebagai kandidat Ketua Umum PSSI yang bertekad membasmi pengaturan score dan Judi, di kancah sepak bola Indonesia tersebut.

"Selamat jalan Pak George. Amal, Budi Baik dan Ketegasan Jenderal akan kami kenang selalu," pungkas Wartawan Realitas yang berdomisili di Jakarta. (Puja).

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.