TamiangNews.com, JAKARTA -- Usai menyambangi masyarakat yang hendak bersilaturahmi di Istana Negara, Presiden Joko Widodo menerima kunjunga elite Partai Demokrat secara tertutup. 

Foto : Kumparan
Partai Demokrat yang diwakili Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono itu tampak hadir bersama istri masing-masing.

Saat sesi pertemuan tersebut, Jokowi didampingi ibu negara Iriana dan putra bungsu mereka, Kaesang Pangarep. Mereka terlihat mengobrol akrab sambil mendiskusikan masalah pendidikan Kaesang di Singapura.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya putra mahkota Cikeas itu menggelar pertemuan dengan Jokowi. Namun, AHY mengaku, tidak ada pembahasan politik sama sekali dalam pertemuan kali ini.

"Tidak ada sama sekali. Ini adalah sebuah silaturahim antar dua keluarga. Keluarga SBY dengan keluarga Jokowi," ucap AHY.

Menurut AHY, keluarganya hadir untuk bersilaturahmi dan mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang ikut di pemakaman Ani Yudhoyono. Selain itu, merkea juga berterima kasih karena Jokowi menggunakan kata 'Flamboyan' dalam pidatonya di pamakaman Ani.

"Tentu pidato beliau juga yang sangat mengharukan, menyentuh hati kami, bahkan menggunakan istilah 'Flamboyan telah pergi tetapi akan selalu di hati'. Kami meneteskan air mata karena memang dari dulu Pak SBY memanggil dengan sebutan 'Flamboyan' bagi Bu Ani," kata AHY.

"Itu (Flamboyan) sejak beliau taruna di Akademi Militer. Jadi Ibu Ani itu dibuatkan puisi dengan judul 'Flamboyan', dan kemarin kembali diangkat dalam proses pemakaman itu," lanjutnya.

Tak hanya mengunjungi Jokowi, AHY dan Ibas juga mendatangi kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Menanggapi dua kunjungan itu, Jubir Milenial TKN Jokowi-Ma'ruf, Garda Maharsi, menilai apa yang dilakukan AHY dan Ibas adalah sikap luar biasa yang patut diapresiasi.

"Sebagai sesama anak muda, saya rasa sikap Mas AHY ini luar biasa dan patut diapresiasi ya. Mas AHY ini paham betul bagaimana bersikap hormat pada orang tua, bagaimana berkomunikasi sesama tokoh dengan baik," tutur Garda dalam keterangannya, Rabu (5/6).

Ia memuji AHY sudah naik kelas dalam perpolitikan. Bahkan ia menyebut AHY bisa menjadi calon ketua politik.

"Menurut saya Mas AHY ini kok seperti sudah naik kelas ya. Jadi calon ketua kelas juga sepertinya. Top lah menurut saya," tuturnya.

Meski demikian, AHY dan Ibas justru memilih untuk tidak menyambangi kediaman capres yang mereka dukung di Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Menurut Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, publik sudah tahu alasan partainya tidak akan bersilaturahmi di kediaman Prabowo saat lebaran.

"Masalah kenapa tidak ke Pak Prabowo, ya sebetulnya kalian sudah tahu kan ya. Enggak (ke rumah Prabowo). Enggak ke sana, dan enggak akan ke sana," tegas Ferdinand.

Ferdinand juga meminta publik untuk tidak kaget, jika nantinya Jokowi akan mengajak Partai Demokrat untuk bergabung. Sebab, komunikasi pihaknya dengan kubu Jokowi sudah semakin intens, apalagi dengan silaturahmi lebaran yang diterima secara khusus oleh Jokowi hari ini.

"Publik kan bisa melihat sinyal-sinyal komunikasi politik, bagaimana intens-nya komunikasi Pak Jokowi dengan Demokrat yang diwakili AHY. Bahkan hari ini silaturahmi lebaran, Pak Jokowi menerima secara khusus AHY dan EBY (Ibas)," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon menyebut kunjungan AHY dan Ibas di kediaman Jokowi dan Megawati sebagai bentuk silaturahmi biasa. Menurutnya, keduanya tidak mengunjungi Prabowo karena agenda Prabowo yang ketat usai salat Ied.

"Ke tante beliau, adeknya Pak Mitro yang usianya 100 tahun. Ya itu tradisi Prabowo. Dan ini silaturahim enggak selalu harus diumumkan ke publik gitu ya," kata Fadli.

Setelah bertemu dengan tantenya, Prabowo segera pergi ke luar kota untuk menjumpai kerabatnya yang lain. Fadli tak menjawab, saat ditanya berapa lama Prabowo bakal berada di luar kota.

"Enggak tahu, mungkin besok atau lusa," pungkasnya. [] KUMPARAN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.