TamiangNews.com, KARANG BARU -Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, bahwa bagi usaha dan atau kegiatan wajib memiliki dokumen lingkungan hidup dan izin lingkungan sebagai persyaratan untuk memperoleh izin usaha dan atau kegiatan yang lain. 

Demi mewujudkan hal tersebut diatas, DLH Aceh Tamiang menyelenggarakan acara Sosialisasi Dokumen Lingkungan Hidup bagi Stakeholder yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Hotel Grand Arya, Kecamatan Karang Baru, Kamis (27/6).

Dalam Pemaparan Narasumber yang akan disampaikan M.Ichsan Syahputra  selaku Staf DLHK Aceh yaitu mengenai Dokumen lingkungan hidup yang harus dimiliki setiap pelaku usaha adapun Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Kelola Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL), dan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).

Dalam hal ini Sayed Mahdi, SP, M.Si, M.MA selaku Plt Dinas Lingkungan Hidup Menyampaikan dalam Laporannya bahwa Peserta Sosialisasi Dokumen Lingkungan Hidup bagi Stakeholder berjumlah 60 (enam puluh) orang yang berasal dari Instansi yang mengurusi Lingkungan Hidup Kabupaten, Para Pelaku Usaha /industri di Kabupaten Aceh Tamiang Para Camat Se-kabupaten dan Beberapa perwakilan SKPK terkait.

Selain itu Plt DLH Atam Sayed Mahdi, SP, M.Si, M.MA yang sering disapa Sayed ini juga menambahkan, Selama ini masih ada pihak yang beranggapan bahwa dokumen lingkungan hidup merupakan alat yang menentang dan menghambat pembangunan maka dalam acara sosialisasi dokumen lingkungan hidup ini DLH akan meluruskan semua aggapan itu. 

"Sesuai UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,  menyebutkan dokumen lingkungan hidup ini merupakan instrumen dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, Jadi kami rasa kita sepakat dalam melaksanakan pembangunan perlunya keseimbangan antara ekonomi dengan ekologi,  atau kita sering menyebutnya pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan", Tambahnya.

Bupati Aceh Tamiang H.Mursil, SH dalam membuka Acara yang dianggap sangat penting bagi Perlindungan Lingkungan Hidup ini menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta sosialisasi tentang dokumen yang berkaitan dengan lingkungan hidup sebagai acuan pelaksanaan suatu usaha atau industri yang dilakukan pemerintah atau non pemerintah".

Adapun usaha atau kegiatan yang berdampak penting bagi lingkungan wajib Amdal, sedangkan yang tidak berdampak penting bagi lingkungan wajib UKL/UPL. Sedangkan kegiatan usaha mikro dan kecil yang tidak mempunyai dampak penting bagi lingkungan wajib membuat SPPL. 

Amdal dilaksanakan untuk mengetahui dampak positif dan negatif rencana kegiatan terhadap lingkungan sebelum kegiatan dimulai, agar dapat dikelola dan dipantau. 

Dokumen lingkungan diperlukan sebagai syarat untuk mendapatkan izin lingkungan. Selanjutnya izin lingkungan tersebut sebagai syarat untuk mendapatkan izin usaha. Instansi pemerintah atau pelaku usaha yang tidak mempunyai dokumen dan izin lingkungan akan dikenai sanksi pidana sesuai UU No.32/2009.[] TN-W008

 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.