TamiangNews.com, SUKA MAKMUE -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas PUPR, menemukan sejumlah galian C ilegal di DAS Krueng Nagan. Terhadap galian C yang belum mengantongi izin itu, pemkab memperingatkan dan mengarahkan mereka segera mengurus izin supaya tak ditutup.

Foto : Sermabi
Mirsal, Kabid Pengawasan Izin pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, didamping Kabid Amdal dari DLH Nagan Raya, Jufrizal kepada Serambi, Rabu (26/6), di lokasi galian C Pulo Ie, Kecamatan Kuala mengatakan, galian C di Pulo Ie tersebut merupakan satu contoh yang belum mengantongi izin. Saat ini, sebutnya, masih banyak galian C lainnya di kawasan DAS Krueng Nagan yang tidak berizin.

“Banyak galian C saat ini yang belum mengantongi izin. Kita berharap, semua pemilik galian C itu segera mengurus izin supaya tidak bermasalah dengan hukum nantinya,” imbau Mirsal, didampingi Jufrizal.

Ia menekankan, kemungkinan besar jika pengelola galian C itu tidak segera mengurus izin, lokasi penambangan mereka itu akan ditutup. “Sebelum hal itu dilakuan, pihak dinas masih memberikan kesempatan kepada pemilik galian C untuk segera mengurus izin dalam waktu dekat ini,” tukasnya.

Pada bagian lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya mengharapkan semua perusahaan dan pihak swasta lainnya supaya mengambil kebutuhan material dari lokasi galian C berizin, bukan pada tempat penambangan ilegal. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya penertiban, sehingga semua galian C ilegal gulung tikar jika tidak mengantongi izin.

“Kita berharap kepada pihak perusahaan seperti PT Meulaboh Power Generation untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan PLTU 3-4 di Dusun Geulanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, kiranya harus mengambil material di galian C berizin,” harap Jufrizal, Kabid Amdal pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya kepada Serambi, Rabu (26/6).

Ia menekankan, semua pihak untuk membantu pemerintah dalam penertiban galian C ilegal dengan cara tak lagi berhubungan dengan mereka. “Solusinya, kebutuhan bahan meterial ambil pada galian C yang memiliki izin. Ini supaya tidak merugikan daerah serta pihak pengelola galian Cyang sudah mengantongi izin,” tutupnya. [] SERAMBI




Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.