TamiangNews.com, KARANG BARU -- Menanggapi pemberitaan media ini edisi 30 April 2019 yang berjudul "Caleg Berstatus PDPK Raih Kursi DPRK Aceh Tamiang", Muhammad Saman, S.Pd mengklarifikasi atas pemberitaan tersebut pada Rabu (30/04).



Muhammad Saman, S.Pd yang merupakan Caleg Nomor urut 1 Daerah Pemilihan 3, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan telah mengundurkan diri Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) Kabupaten Aceh Tamiang.

"Saya sudah mengundurkan diri dari Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) Kabupaten Aceh Tamiang", ujarnya via telepon celluler pada Selasa malam (30/04) sekitar pukul 23.00 Wib.

Di dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Syariat Islam Nomor 147 tahun 2019 tanggal 25 januari 2019 tentang Pemberhentian Masa Tugas Da'i Kecamatan Dalam Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2019 juga telah memutuskan memberhentikan dengan hormat Da'i Kecamatan Kabupaten Aceh Tamiang atas nama Muhammad Saman, S.Pd beserta 3 orang Da'i lainnya yang berlaku sejak tanggal diputuskan.

Keesokan harinya, Rabu (01/05) Muhammad Saman, S.Pd kembali mengirimkan Putusan Pendahuluan Panitia Pengawas Pemilihan Provinsi Aceh Nomor 006/TM/PL/ADM/PROV/01.00/II/2019 yang dalam putusannya mengadili : 1) Menyatakan temuan dugaan pelanggaran administratif Pemilu tidak dapat diterima; 2). Menyatakan temuan dugaan pelanggaran administratif Pemilu tidak ditindaklanjuti dengan sidang pemeriksaan.

Disebutkan juga, bahwa putusan tersebut diputuskan pada rapat pleno Panwaslih Provinsi Aceh tanggal 25 Februari 2019 oleh 1) Faizah, sebagai Ketua Panwaslih Provinsi Aceh, 2) Fahrul Rizha Yusuf, sebagai anggota Panwaslih Provinsi Aceh, 3) Zuraida Alwi, sebagai anggota Panwaslih Provinsi Aceh, 4) Marini, sebagai anggota Panwaslih Provinsi Aceh, dan dibacakan di hadapan para pihak serta terbuka untuk umum pada hari Rabu, tanggal 27 Februari 2019.

Di dalam pemberitaan sebelumnya menyebutkan, "Muhammad Saman S.Pd bahwa selama masa kampanye masih aktif sebagai da'i, setidaknya sejak bulan September hingga Desember 2018, tentu saat itu dia bisa menggunakan fasilitas dan akses yang dia miliki dalam jabatannya untuk kepentingan politiknya".

Namun dalam pemberitaan sebelumnya, Ketua Panwaslu Aceh Tamiang  Imran, SE juga telah  mengatakan bahwa Muhammad Saman, S.Pd berdasarkan SK Bupati Aceh Tamiang Nomor 561 tahun 2019, nama Muhammad Saman, S.Pd tidak ada lagi dalam SK tersebut.

"Kami dari  Panwaslih Aceh Tamiang jauh hari telah menyurati Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Syariah Islam terkait status yang bersangkutan sebagai caleg, dan Berdasarakan SK Bupati Nomor 561 tahun 2019 nama yang bersangkutan tidak ada lagi dalam SK sebagai Da'i", ujar Imran, SE. [] TN-RED

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.