TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengingatkan kepada warga Kota Banda Aceh untuk tidak membuang sampah di sembarangan tempat. Karena jika kedapatan membuang sampah sembarangan, bisa dikenakan sanksi denda Rp 10 juta atau kurungan badan selama 30 hari.

Foto : Ilustrasi
Hal itu disampaikan Aminullah seusai acara penyerahan bantuan paket Ramadhan berupa bahan kebutuhan pokok kepada 650 petugas kebersihan, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Senin (27/5). Bantuan tersebut berasal dari Ikatan Wanita Perbankan (IWABA) Aceh dan BMPD Aceh.

Wali Kota mengatakan, dalam minggu ini sudah ada empat kasus operasi tangkap tangan (OTT) buang sampah sembarangan. Keempat tersangka sudah diberikan peringatan dan mereka diminta untuk tidak melakukan perbutan yang melanggar Qanun Nomor 1 tahun 2017 tentang Pengelolaan Persampahan Kota.

“Dalam pasal 40 Qanun Nomor 1 tahun 2017, orang yang membuang sampah tidak pada tempatnya bisa dikenakan sanksi denda Rp 10 juta dan kurungan badan selama 30 hari. Kemudian membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah bisa dikenakan denda Rp 50 juta dan kurungan badan 3 bulan,” tandasnya.

Selain itu, mencampur sampah spesifik dengan sampah rumah tangga juga bisa dikenakan sanksi denda Rp 50 juta dan kurungan badan 3 bulan. Memperjualbelikan kantong plastik dari jenis yang tidak ramah lingkungan juga bisa dikenakan denda Rp 50 juta dan kurungan badan 30 hari.”

Qanun itu, kata Wali Kota, sudah berjalan dua tahun dan pada tahun ini akan ditingkatkan lagi penerapannya dengan cara membentuk Tim OTT Buang Sampah Sembarangan. “Tim ini setiap hari berjalan keliling kota dan kampung untuk melihat bila ada masyarakat yang buang sampah sembarangan. Jika kedapatan akan langsung ditangkap dan diberikan teguran serta peringatan.” ujarnya.

Untuk tahap awal, warga yang membuang sampah akan diberi teguran dan peringatan. Jika perbuatan itu dilakukan berulang, maka akan diambil tindakan tegas berupa kurungan badan atau denda.

Aminullah mengajak warga Banda Aceh untuk terlibat dalam penanganan sampah. Apalagi saat ini volume sampah di Banda Aceh terus meningkat dari 200 ton kini naik menjadi 300 ton/hari. “Kalau Pemko melalui DLHK3 tidak melakukan OTT, bakal banyak lokasi tumpukan sampah yang tidak terkendali,” ujarnya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman pada kesempatan itu juga menyerahkan bantuan berupa paket Ramadhan dari Ikatan Wanita Perbankan (IWABA) Provinsi Aceh kepada para petugas kebersihan di DLHK3 Banda Aceh.

Paket Ramadhan ini diserahkan Wali Kota bersama Ketua IWABA, Lia Zainal Arifin Lubis, Ketua BMPD Aceh, Zainal Arifin Lubis, Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, Kepala Baitul Mal Kota, Safwani Zainun dan Plt Kepala DLHK3, Jalaluddin.

Paket itu diberikan kepada 650 petugas kebersihan yang merupakan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3). Dalam paket yang diberikan, terdapat beras, gula, minyak goreng dan bubuk teh.

Ketua IWABA, Lia Zainal Arifin Lubis menyampaikan pihaknya ingin berbagi sedikit rezeki bersama petuga kebersihan. “Mungkin tidak banyak yang bisa kami berikan. Kami berharap bantuan ini berkah” ujarnya.

Lia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan di bulan ramadhan. Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daaerah (BMPD) yang juga Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan kegiatan penyerahan santunan ramadhan kepada 650 petugas kebersihan DLHK3 merupakan ide dari IWABA. “Ini ide brilian dari ibu-ibu IWABA, dan kami harus mendukung,” katanya.

Zainal Arifin Lubis menyatakan, petugas kebersihan merupakan pahlawan kebersihan Banda Aceh, tanpa mereka mungkin kota Banda Aceh tidak akan selalu bersih dan nyaman. Katanya, sudah sepantasnya berbagai pihak ikut memberikan perhatian kepada para pahlawan kebersihan tersebut. [] SERAMBINEWS


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.