TamiangNews.com, LANGSA -- Ditengah tersendatnya pencairan Dana dari BPJS Kesehatan, PT Rumah Sakit Cut Meutia (RSCM) Langsa yang merupakan anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus melakukan peningkatan pelayanan kesehatan, Kamis (30/5).


Hal itu dikatakan oleh Direktur RSCM Langsa, T Barosa didampingi Kepala RSCM, dr Cut Diah, mengatakan, meskipun pihak BPJS Kesehatan mengalami ketersendatan pembayaran klaim pihak RSCM tetap optimis bisa meningkatkan pelayanan kesehatan.

Menyikapi itu, PT RSCM dengan kekompakan seluruh manajemen pihaknya terus bekerja keras untuk menutupi kesulitan keuangan akibat keterlambatan klaim tersebut. Sejumlah upaya terus digenjot agar pembayaran gaji karyawan, pelayanan rumah sakit dan biaya habis pakai obat dapat maksimal.

Barosa menjelaskan, rumah sakit sebenarnya adalah pihak yang paling terdampak ketika pembayaran klaim seret, sebab, rumah sakit masih harus membayar jasa dokter dan tenaga kesehatan, farmasi atau penyedia obat-obatan hingga vendor alat kesehatan.

Apalagi menyangkut hak-hak karyawan seperti, pembayaran gaji, lembur dan Tunjangan Hari Raya (THR) menghadapi Idul Fitri. Namun Alhamdulillah semua permasalahan tersebut bisa teratasi, dimana untuk THR telah dibayarkan pada pertengahan ramadhan dan gaji karyawan. 

Tidak ada permasalahan apapun yang terjadi di manajemen RSCM.

Apalagi, sebelumnya Surat Izin Operasional (SIO) yang sudah lama mati dan akreditasi yang sudah tiga tahun tertunda, selama delapan bulan berjuang bersama tim akhirnya SIO dan Akreditasi RSCM tercapai di tahun 2018 lalu.

Di samping itu, Barosa menyampaikan rasa syukurnya bahwa RSCM di Februari 2019 kemarin juga telah mendapatkan Setifikat Akreditasi sebagai rumah sakit type C Bintang Perdana.

Jadi sebut Barosa lagi, menyangkut kondisi rumah sakit hingga saat ini tidak terkendala apapun. Begitu juga dengan manejemen tidak pernah melakukan pemotongan uang lembur karyawan.

Di mana karyawan bekerja sehari 8 jam dibagi dalam tiga sift, selain itu karyawan dalam melaksanakan lembur maksimal 3 jam per hari. "Aturan yang diterapkan RSCM menertibkan jam kerja lembur maksimal 3 jam per hari sesuai UU Tenaga Kerja dan perjanjian Kerja Bersama (PKB)," ungkapnya. 

Terkait kepemimpinan Kepala RSCM Langsa, Barosa menjelaskan, bahwa dr Cut Diah, beliau adalah dokter yang sangat peduli dan bertanggungjawab dalam tugas, sehingga kondisi RSCM lebih baik dari sebelumnya. Begitu juga akreditasi rumah sakit naik, kebersihan terjaga dan masih banyak lagi perubahan di RSCM.

"Meskipun kita ketahui bahwa dr Cut Diah sendiri disibukkan dengan praktek di luar jam RSCM. Namun dalam menjalankan prakteknya  tidak mengganggu tanggung jawabnya sebagai pimpinan di RSCM," ungkapnya. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.