TamiangNews.com, SERUWAY -- 160 siswa dari 200 siswa dinyatakan lulus mengikuti ujian test masuk di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MtsN) 2 Aceh Tamiang. 

Dari 200 siswa yang mendaftar tersebut, 175 siswa yang dinyatakan lulus administrasi, dan selanjutnya berhak untuk mengikuti ujian tes masuk sekolah, sedangkan 25 siswa harus di diskualifikasi, dikarenakan mereka mendaftar ketika jadwal pendaftaran sudah berakhir (tutup-red). 

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Aceh Tamiang, Ibrahim, S.Pd mengatakan, sejak MTsN 2 Aceh Tamiang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2019/2020 pada 12-18 Mai, jumlah yang mendaftar telah mencapai 175 siswa. "sejak dibuka pendaftaran selama Tujuh hari, yang pendaftar sebanyak 175 siswa, bahkan ketika pendaftaran telah di tutup, masih ada yang datang untuk mendaftar, sebanyak 25 siswa," ungkapnya.


Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat, khususnya para orang tua untuk menyekolahkan putra putri mereka ke MTsN 2 Aceh Tamiang tersebut ditunjang beberapa faktor, terutama rekam jejak dan fasilitas yang dimiliki Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Aceh Tamiang ini.

Dan tentu saja sejumlah prestasi akademik dan non akademik yang diraih MTsN 2 Aceh Tamiang beberapa tahun terakhir, serta fasilitas berupa 15 RKB, 1 Lab IPA, dan 1 ruang pustaka, menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta didik.

Di sisi lain, Madrasah ini hanya mampu menampung 160 siswa baru sesuai dengan kapasitas ruang belajar yang dimiliki. Artinya, ada 15 orang calon harus gugur dalam proses seleksi ini. “Kita tentu berupaya menampung secara maksimal, apalagi banyak sekali peminat, namun kapasitas tempat kita juga sangat terbatas,” kata Ibrahim kepada TamiangNews.com diruang kerjanya, Kamis (23/05)

Sehingga, sambungnya lagi, berdasarkan alasan itu, Ibrahim menganggap pihak perlu untuk melakukan seleksi, melalui test kepada calon siswa. Test yang dilakukan meliputi, test tulis dan test membaca Al-quran dan berlangsung selama Dua hari, 20-21 Mei, "pada ujian tertulis hampir keseluruhan dari mereka lulus semua, selebihnya gagal di tes kedua (baca al-quran)," beber Baim (sapaan akrabnya) 

Selanjutnya, Baim juga menyebutkan, asal sekolah peserta yang mendaftar sangat bervariasi, tidak hanya dari Kecamatan Seruway, ada juga dari Kecamatan Rantau, bahkan ada dari luar Aceh, yaitu dari Kabupaten Langkat Sumatera Utara, khususnya mereka yang tinggal di perbatasan. "Sebagaimana juknis dari Kementerian Agama, sekolah/madrasah ini memang tidak menganut rayonisasi. Jadi siapa pun boleh mendaftar dan sekolah di Madrasah ini," sebutnya 

Setelah proses pengumuman ini, lanjutnya lagi, mereka (calon siswa) wajib melakukan daftar ulang pada 27-29 Mai. “Tinggal satu langkah lagi, setelah itu mereka resmi dinyatakan menjadi bagian dari MTs Negeri 2 Aceh Tamiang, dan tinggal menunggu jadwal masuk sekolah,” tukas Ibrahim. [] TN-W016 


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.