TamiangNews.com, KARANG BARU -- Ada yang berbeda di pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN BK) tahun ini pada Madrasah Tsanawiyah Al Ikhlas Tanah Terban, serta Madrasah Tsanawiyah lainnya di Kabupaten Aceh Tamiang. 



Pasalnya, pelaksanaan USBN BK tahun ini, siswa Madrasah itu dan Madrasah Tsanawiyah lainnya se-Kabupaten Aceh Tamiang tidak lagi menggunakan komputer atau pun kertas, tetapi menggunakan Smartphone berbasis Android. 


Penggunaan Android merupakan salah satu langkah cerdas yang dilakukan Kementerian Agama, khususnya bidang pendidikan. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi di era digital saat ini, sehingga memberikan kemudahan bagi madrasah, khususnya siswa yang melaksanakan ujian. 


Hal itu dapat dibuktikan dengan terselenggaranya Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN BK) dengan menggunakan Smartphone berbasis Android di tahun ajaran 2018/2019 ini. 


Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Ikhlas Tanah Terban, Fauziah Syaruddin, S.Ag, menganggap Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Berbasis Komputer (BK) dengan menggunakan Smartphone berbasis Android sangat memudahkan siswa dalam mengerjakan soal, serta membantu Madrasah kecil dari segi finansial. 


"Terbukti di pelaksanaan USBN BK dengan menggunakan Android ini, siswa kami tidak mendapatkan kesulitan sama sekali, bahkan mereka merasa nyaman dan tertib dalam mengerjakannya," ujar Fauziah, kepada TamiangNews.com, didampingi Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Ramdhani, S. Pd, Rabtu (9/4/2019) kemarin 


Meskipun, sambung Ozi (sapaan akrabnya), Pelaksanaan USBN BK menggunakan Android baru pertama kali dilaksanakan dan diterapkan bagi seluruh Madrasah oleh Kementerian Agama di tahun ajaran 2018/2019 ini, itu tidak menjadikan sebuah beban serta ketakutan berarti untuk Madrasah kami, tapi kami menjadikannya sebagai tantangan yang harus dihadapi. 

"Kalau pakai komputer Madrasah kami sudah biasa, tapi tahun ini siswa harus pakai Android saat ujian, ya kami siap saja," tegasnya 

Lanjutnya lagi, ujian menggunakan Android juga sangat membantu disegi finansial, mengingat tidak semua Madrasah mampu menyediakan Laptop sebanyak siswa yang mengikuti ujian, dan tidak sedikit pula biaya yang harus dikeluarkan, "ya bagi Madrasah Negeri dan Madrasah Swasta dibawah yayasan yang bonafide itu bukan masalah, tapi bagi Madrasah kecil, itu merupakan masalah yang harus dihadapi," katanya 


Sementara itu, Oprator Madrasah Tsanawiyah Al Ikhlas Tanah Terban, Kiki Armada, S. Pd, yang pada pelaksanaan ujian ini bertugas sebagai Proktor mengatakan, sebenarnya penggunaan ponsel pada pelaksanaan USBN BK tidak ada penekanan yang mengharuskan semua Madrasah gunakan Android dalam pelaksanaan USBN BK, "ini merupakan trobosan luar biasa yang dilakukan oleh Kementerian Agama dibidang pendidikan, ya kita harus dukung," ujarnya 


Selain itu, tambahnya lagi, ini juga merupakan alternatif untuk membantu Madrasah kecil, khususnya disegi finansial yang kemenag berikan, dan juga memberi kemudahan bagi siswa ketika melaksanakan ujian, "saya melihat siswa sangat nyaman, tidak ada raut wajah takut dan was - was yang mereka tunjukkan ketika mengerjakan soal," katanya 


Akan tetapi, Madrasah yang tidak mau menggunakan Android, boleh menggunakan Laptop/komputer, "bisa gunakan Android, bisa Laptop, tergantung dari kemampuan masing-masing Madrasah, yang jelas intinya semua USBN BK," tukasnya. [] TN-W016 

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.