TamiangNews.com, TIMIKA -- Rapat pleno rekapitulasi Pemilu 2019 di Distrik Kwamki Narama, Timika, Papua, akhirnya digelar secara terbuka. Rapat sebelumnya digelar tertutup dan para wartawan yang hendak meliput tak diperbolehkan masuk.

Foto : Detik
Wartawan akhirnya diperbolehkan masuk ke Graha Eme Neme Yauware pada Sabtu (20/4/2019) sekitar pukul 16.24 Wit. Saat ini proses penghitungan suara masih berlangsung.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara pemilu agara para wartawan difasilitasi untuk melakukan tugas jurnalistik. Dia meminta maaf atas kejadian itu.

"Saya mohon maaf, sudah saya beri masukan KPU untuk persilahkan rekan-rekan wartawan meliput giat pleno, justru kita butuh rekan-rekan sebagai alat kontrol jalannya pemilu di setiap tahapan," kata Agung kepada detikcom.

Sebelumnya, para wartawan tak diperbolehkan masuk ke dalam ruang rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat distrik. Para wartawan yang sudah berada di dalam gedung pun diminta untuk keluar dari dalam gedung.

Komisioner KPU Mimika bagian Divisi Teknis, Dedy Nataniel Mamboay mengatakan pihaknya juga belum mengetahui alasan sehingga wartawan tidak diberikan izin untuk meliput.

"Saya lagi koordinasikan dengan Ketua KPU supaya teman-teman media bisa masuk. Saya juga tidak punya kewenangan karena ini kan ranahnya PPD, kalau bisa koordinasikan dengan pihak PPD," kata Dedy saat ditemui di halaman gedung Eme Neme.

Ketua KPU Arief Budiman sebelumnya telah berkomentar mengenai kejadian ini. KPU menegaskan pada prinsipnya pleno rekapitulasi adalah terbuka. 

"Ya kalau ruangannya kecil ya mungkin disediakan layar-layar gini. Tapi kalau ruangannya besar bisa terbuka, boleh. Prinsipnya, rapat pleno itu terbuka artinya bisa dihadiri bukan hanya oleh penyelenggara dan peserta pemilu," kata Arief di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Arief mengaku belum mengetahui kondisi rekapitulasi di dua distrik itu. Namun Arief menekankan ada pengecualian jika ruangannya memang terbatas. [] DETIK

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.