TamiangNews.com, BANDA ACEH -- Nasir Agung (45) yang tewas dalam baku tembak dengan tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur, Rabu (24/4) malam, diidentifikasi sebagai pimpinan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan Aceh Timur. Pada masa hidupnya, Nasir tercatat sebagai warga Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Foto : Serambinews
Sumber Serambi di Idi tadi malam mengatakan, selaku pimpinan KKB di wilayah timur Aceh, Nasir dan grupnya berwacana untuk mendirikan Negara Islam NAD yang merupakan satu kelompok dengan Musliadi alias Aldi Rebon (43).

Aldi Rebon telah meninggal Minggu 17 April 2019, karena mengalami pendarahan hebat setelah tertembak saat tim Polda Aceh dan Aceh Timur melakukan penangkapan di rumahnya, Gampong Seuneubok Teupin, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, April lalu.

Musliadi alias Aldi Rebon adalah salah satu terduga pelaku penembakan terhadap Bripka Anumerta Faisal, anggota Reskrim Polres Aceh Utara, Sabtu (25/8/2018) di kawasan Pantai Gampong Bantayan, Aceh Utara.

Selain ada hubungannya dengan Aldi Rebon, KKB pimpinan Nasir Agung ini juga ada kaitannya dengan sekelompok orang yang viral di medsos dengan pose menenteng senjata api dan memakai sebo.

Sebelumnya, KKB pimpinan Nasir Agung ini sempat bermarkas di kawasan pedalaman Pante Bidari, Aceh Timur yang mana kawasan hutannya juga bersambung dengan Aceh Utara dan Bener Meriah.

Nasir Agung merupakan narapidana kasus senjata api yang melarikan diri dari lembaga permasyarakatan Lhokseumawe. Dalam menjalankan misinya, selain sebagai pimpinan ia juga merekrut anggota.

“Intinya mereka tidak puas dengan pemerintahan saat ini dan ingin mengganggu ketertiban, keamanan, dan kelancaran pemilu. Namun, sejak tercium oleh polisi, kemudian polisi terus melakukan penindakan dan pengejaran terhadap para KKB ini,” jelas sumber Serambi tersebut.

Sejak polisi menindak Aldi Rebon, KKB pimpinan Nasir Agung ini berpindah-pindah tempat dan tidak pernah menetap. Bahkan pada 16 April 2019, empat simpatisan dari kelompok ini menyerahkan diri ke Mapolres Aceh Timur.

Salah satu misi KKB yang ingin mengganggu kelancaran pemilu di Aceh Timur gagal. Bahkan, pemilu di Aceh Timur berjalan lancar, di mana warga dapat menyalurkan hak pilihnya dengan aman, nyaman, dan damai.

Sumber Serambi tersebut mengungkapkan bahwa polisi sejak lama telah mengintai KKB pimpinan Nasir Agung hingga pada Rabu pukul 20.00 WIB, keberadaan Nasir Agung dan dua anggotanya, Mahdi dan Sofyan Alias Apuy diketahui bersembuyi di rumah salah seorang warga di Dusun Seuneubok Teungoh, Gampong Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur.

Rumah tempat persembunyian KKB ini berjarak 1,5 km dari Dayah Kruet Lintang atau sekitar 3,5 km dari jalan nasional. Saat itu, Jamaluddin, pemilik rumah sedang tidak di rumah dan saat polisi tiba ketiga KKB ini sedang makan. Rumahnya berada di daerah persawahan.

Kemudian polisi dari jarak 50 meter mengimbau Nasir Agung dan dua anggotanya untuk menyerah, tapi ketiga KKB ini malah menyerang polisi. Mereka menggunakan sepucuk AK-47 dan dua AK-56 dengan ratuan amunisi.

Rumah tempat persembunyian KKB berada di atas bukit sekitar 25 meter dari jalan gampong dan berjauhan dengan rumah tetangga lainnya. Polisi telah mensetrilkan lokasi sehingga tidak membuat panik warga saat terjadi kontak tembak dan saling serang sekitar 45 menit.

Akibat kontak tembak ini, Nasir Agung meninggal dalam perjalanan evakuasi ke rumah sakit. Sedangkan, anggotanya, Mahdi menyerahkan diri, dan seorang lagi Sofyan alias Apuy berhasil melarikan diri. Sementara, dari tim gabungan selamat tanpa ada yang terluka.

Informasi yang diperoleh Serambi, di Aceh Timur, hanya KKB pimpinan Nasir Agung yang telah melakukan pengancaman faktual sehingga harus ditindak tegas oleh aparat keamanan.

Adapun senjata yang digunakan KKB ini diduga peninggalan masa konflik. Selain kelompok pimpinan Nasir Agung, diduga masih ada kelompok KKB lainnya di Aceh Timur. Karena itu, polisi mengimbau semua anggota KKB agar menyerahkan diri.

Polisi terus berupaya menjamin keamanan di Aceh kondusif, terutama dalam masa pemilu agar proses pesta demokrasi berjalan lancar dan aman, dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sejauh ini proses pelaksanaan tahapan pemilu di Aceh Timur, berjalan aman, nyaman, dan lancar. Tanpa ada gangguan dari KKB. [] SERAMBINEWS


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.