TamiangNews.com, IDI -- Pemerintah Myanmar membebaskan 22 dari 23 anak buah kapal (ABK) KM Troya asal Idi, Aceh Timur, yang ditangkap Angkatan Laut Myanmar pada 6 Februari 2019 dengan tuduhan melakukan illegal fishing di wilayah perairan Kawthaung, Thanintharyi Region, Myanmar.

Foto : Serambinews
Sedangkan kapten kapal yang dianggap bertanggung jawab atas kapal akan diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku di Myanmar.

Dalam salinan jadwal pemulangan para ABK KM Troya yang ditandatangani oleh Plh Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Neni Kurniati pada 12 April 2019, yang diterima Serambi, Minggu sore, dijelaskan bahwa pada 6 Februari 2019 angkatan laut Myanmar menangkap KM Troya yang memasuki wilayah perairan Kawthaung. Seorang kapten kapal dan 22 ABK-nya kemudian ditahan dengan tuduhan melakukan pencurian ikan di perairan mereka.

Kemudian Kemenlu melalui Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, serta KBRI Yangon, menangani kasus 23 WNI yang ditahan pihak keamanan Myanmar. “Atas upaya diplomasi yang dilakukan dan dengan mempertimbangkan hubungan baik antara Indonesia dan Myanmar, Pemerintah Myanmar telah memutuskan untuk membebaskan 22 ABK KM Troya. Sedangkan kapten kapal yang dianggap bertanggung jawab atas kapal akan diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku di Myanmar,” tulis Plh Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Neni Kurniati.

Sebanyak 22 ABK KM Troya akan dipulangkan ke Indonesia dan dijadwalkan tiba di Bandara SIM, Senin (15/4) hari ini, dengan menggunakan Batik Air.

Selanjutnya Kemenlu RI meminta pemerintah Aceh menyambut kehadiran para ABK KM Troya, yang selanjutnya dapat memfasilitasi pemulangan mereka ke Aceh Timur.

Fauzan Azima Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Sosial kepada Serambi melalui sambungan telepon, membenarkan bahwa 22 ABK Km Troya asal Idi telah dibebaskan Pemerintah Myanmar dan akan dipulangkan ke Indonesia pada Senin.

“Dari Myanmar mereka transit di Jakarta, lalu diterbangkan ke Bandara SIM Banda Aceh menggunakan Batik Air. Mereka didampingi tim Kemenlu dan KBRI Yangon. Diperkirakan tiba di Banda Aceh pada pukul 10-11.00 WIB,” jelas Fauzan.

Setelah tiba di Bandara SIM, jelas Fauzan, 22 ABK ini disambut oleh pemerintah Aceh. “Kemudian pihak Kemenlu C.q. Direktur Perlindungan WNI dan BHI, dan KBRI Yangon, akan menyerahkannya kepada pemerintah Aceh, yang diwakili oleh Plt Sekda Aceh. Lalu, Pemerintah Aceh melalui dinas sosial menyerahkannya kepada Pemkab Aceh Timur di Idi. Selanjutnya, Pemkab Aceh Timur melalui Dinsos Aceh Timur mengantarkan mereka ke rumah masing-masing,” jelas Fauzan. Fauzan mengatakan, bingkisan dan kendaraan untuk memulangkan para ABK ini ke Idi sudah disiapkan. “Setelah tiba di Idi langsung diserahkan ke Pemkab Aceh Timur, selanjutnya Dinsos Aceh Timur mengantarkan mereka ke rumah masing-masing,” ujar Fauzan. [] SERAMBINEWS



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.