TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, Drs H. Hasan Basri. MM, memberhentikan tiga orang guru madrasah, selanjutnya diangkat dan dilantik menjadi Pejabat Fungsional Pengawas Madrasah dilingkungan kemenag Aceh Tamiang, berlangsung di Aula Al Ikhwan Kantor kemenag setempat, Senin (22/04).


Pemberhentian ketiga orang tersebut dari jabatan awal, dan untuk selanjutnya diangkat sebagai Pejabat Fungsional Pengawas Madrasah di lingkungan kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, dengan Nomor Surat : B. II/3/01650. Tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Menteri Agama. 

Ketiga Pejabat Fungsional Pengawas Madrasah yang dilantik tersebut yakni, Diana Sulaisih, S.Ag. MA, golongan pembina IV/a, sebelumnya menjabat sebagai Guru Madya di MAN 1 Aceh Tamiang, dan sekarang menjabat sebagai Pengawas Sekolah Madya tingkat Madrasah Ibtidahiyah. Kemudian, Taufik Nasution, M.Pd, golongan Pranata III/a, sebelumnya menjabat sebagai Guru Muda di MAN 1 Aceh Tamiang, dan sekarang menjabat sebagai Pengawas Sekolah Madya tingkat Madrasah Aliyah, dan yang terakhir adalah, Hajaruddin, S.Ag, dengan golongan penata III/c, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Guru Muda di MAN 1 Aceh Tamiang, dan sekarang menjabat sebagai Pengawas Sekolah Madya tingkat Madrasah Aliyah. 


Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, Drs H. Hasan Basri. MM, menyampaikan bahwa, jumlah pengawas sekolah/madrasah dilingkungan kemenag Aceh Tamiang saat ini sangatlah sedikit, tidak sebanding dengan jumlah madrasah yang ada. Menurutnya, dengan penambahan tiga Pengawas Madrasah baru itu, nantinya dapat memberikan perubahan yang lebih baik, terhadap kemajuan serta mutu pendidikan di Madrasah.

Hasan Basri menganggap, majunya sebuah sekolah/madrasah tergantung dari pengawas sekolah, "pengawas bisa membawa kemajuan Madrasah, dan merosotnya sebuah madrasah bisa juga diakibatkan dari buruknya kinerja dari seorang pengawas," ujarnya 

Lebih lanjut, Hasan Basri mengingatkan bahwa, sebagai ASN di lingkungan Kemenag harus bisa mengimplementasikan lima nilai budaya kerja. Selain itu tanggung jawab sebagai seorang pengawas juga lebih berat. Terlebih lagi juga harus bisa menjadi teladan bagi ASN atau guru yang lain dalam bekerja maupun kehidupan sehari-hari.

"Jangan terjebak dalam sebuah situasi yang ikut menjelekan Kemenag. Pengawas harus bisa menjadi penebar kebaikan dan juga duta perdamaian, serta agents of changes dari Pendidikan," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Aceh, Drs H. Muhammad Idris, S.Ag. M.Pd, yang hadir pada pelantikan tersebut. "pengawas harus bisa menjadi agent of change pada dunia pendidikan, serta meningkatkan mutu," katanya 

Ia berharap, Pengawas bekerja tidak hanya semata-mata karena memenuhi beban kerja saja, akan tetapi, pengawas harus faham dengan kewajiban utama mereka, "pengawas adalah ujung tombak, karena mereka harus bisa menjadi inisiator, fasilitator, serta mentor bagi kepala madrasah dan juga guru, sehingga dapat berdampak dengan kemajuan dari mutu pendidikan madrasah itu," katanya lagi. 

Idris menilai, seorang pengawas sejatinya tidak cukup hanya mempunyai bekal ilmu saja, tetapi harus mempunyai kecerdasan dan wawasan yang luas, juga mampu melakukan inovasi serta memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi informasi /IT di era digital saat ini, tukasnya. [] TN-W016

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.