TamiangNews.com, JAKARTA -- Kenaikan permukaan air laut bukanlah omong kosong belaka. Mencairnya es di Antartika akibat pemanasan global juga bukan isapan jempol.

Foto : Kumparan
Peta Iklim Global Badan Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA Global Climate Map) yang dibuat dari hasil citra satelit menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan permukaan air laut dunia adalah sebesar 3,1 milimeter per tahun. Kenaikan ini terjadi karena melelehnya es dari glasier dan lempengan es lainnya karena suhu udara yang memanas berkat perubahan iklim, sebagaimana dilansir Beritagar.

Adapun jika semua lempengan es dan glasier di seluruh wilayah Bumi mencair, sebagaimana diberitakan Science Alert, maka permukaan air laut akan naik setinggi 65,8 meter.

Tim video Business Insider telah membuat sebuah peta animasi untuk menunjukkan apa yang akan terjadi pada Bumi jika semua es di wilayahnya mencair.


Beberapa daerah pertama kali tenggelam mungkin tidak mengejutkan, yakni pulau-pulau dengan dataran rendah dan kota-kota yang kini sudah tergenang air seperti Venice atau Venesia di Italia. 

Namun bukan cuma Venice. Di sekitarnya, di Eropa, banyak kota lain yang juga bakal hilang tertutup air, mulai dari London di Inggris, Lisbon di Portugal, Barcelona di Spanyol, Brussels di Belgia, Kopenhagen di Denmark, Stockholm di Swedia, St. Petersburg di Rusia, Odessa di Ukraina, hingga Istanbul di Turki yang merupakan wilayah perbatasan antara Eropa dan Asia.


Dan jika kita melihat ke wilayah Asia, tanpa menafikan bahwa ada banyak kota di Afrika, Amerika, dan Australia yang juga bakal tenggelam, kita akan kaget. Sebab di benua kita ini, ada kota-kota besar yang bakal tenggelam, antara lain Jeddah di Arab Saudi, Kuwait City di Kuwait, Kolkata dan Mumbai di India, Hong Kong, Shanghai, dan Beijing di China, hingga Tokyo di Jepang.

Itu belum semuanya. Sebab di wilayah Asia Tenggara, ada kota Bangkok di Thailand dan Ho Chi Minh di Vietnam yang juga bakal tenggelam. 

Bagaimana dengan kota di Indonesia? Ya, tentu saja Jakarta akan tenggelam. Sebab, ketinggian rata-rata tanah di wilayah DKI Jakarta hanyalah 8 meter di atas permukaan laut. Jadi, semua wilayah di Jakarta akan lesap tersapu air laut, termasuk wilayah Jakarta Selatan yang punya ketinggian tanah hingga 25 meter dan Jakarta Timur dengan ketinggian tanah 50 meter. 

Sebab, seperti yang sudah disebut di atas, saat semua es di Bumi mencair, ketinggian air laut akan naik hingga 65,8 meter, melampaui ketinggian semua wilayah di Jakarta. 

Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia yang kini memiliki ketinggian tanah tak lebih dari 65 meter di atas permukaan laut, akan tenggelam seiring dengan melelehnya es di Bumi.

Jakarta akan tenggelam tanpa perlu menunggu es mencair

Fakta yang lebih menyedihkan lagi, tanah di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan ketinggian setiap tahunnya akibat penyedotan air tanah yang tak terkontrol. Heri Andreas, ahli geodesi dari Institut Teknologi Bandung yang melakukan penelitian soal ketinggian tanah di Jakarta, punya bukti akan hal itu. 

Berdasarkan hasil penelitian Heri, tanah di Jakarta mengalami penurunan hingga 20 sentimeter per tahunnya. “Ada yang dari 1 sentimeter per tahun, ada juga yang sampai 20 sentimeter per tahun di beberapa tempat,” papar Heri kepada kumparanSAINS beberapa waktu lalu.

“Kami punya data topografi Jakarta, di Jakarta Utara sampai ke Jakarta Pusat itu ketinggiannya 1 sampai 8 meter di atas permukaan laut. Tetapi di beberapa tempat sudah ada yang 1 meter di bawah laut, ada yang 2 meter di bawah laut, dan bahkan ada yang sudah 4 meter di bawah laut,” kata Heri juga.

Jadi, jikapun es di Bumi tidak mencair, penurunan ketinggian tanah di Jakarta ini akan membuat Jakarta tenggelam dengan sendirinya, setidaknya dalam beberapa dasawarsa ke depan. 

Misalnya saja kita asumsikan semua wilayah di Jakarta Utara hingga Jakarta Pusat (dengan ketinggian tanah antara 1 hingga 8 meter di atas permukaan laut) memiliki kecepatan penurunan tanah sebesar 20 sentimeter per tahun alias 0,2 meter per tahun. Maka dapat kita perkirakan dalam 40 tahun ke depan semua wilayah itu akan sama atau lebih rendah dibanding ketinggian permukaan laut sehingga akan tenggelam.

Perhitungannya mudah, yakni 8 meter dibagi 0,2 meter per tahun sama dengan 40 tahun.

Jadi berdasarkan hitung-hitungan kasar tersebut, dalam 40 tahun atau 4 dasawarsa ke depan, tanpa perlu menunggu es di Bumi mencair, wilayah Jakarta Utara hingga Jakarta Pusat akan tenggelam dengan sendirinya. [] KUMPARAN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.