TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kendatipun hasil pleno penetapan calon terpilih anggota DPRK Aceh Tamiang belum ditetapkan, namun hampir dipastikan Muhammad Saman, S.Pd terpilih sebagai salah seorang peraih kursi terhormat dilembaga perwakilan DPRK Aceh Tamiang. 


Demikian tulis Status FB Tamiang Tamiang yang menandai awak media Selasa (30/4). Lebih jauh Status Tamiang Tamiang itu menulis, Namun sangat disayangkan ternyata caleg nomor urut 1 daerah pemilihan 3, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Diduga telah berbuat curang dan melakukan pembohongan akibat lemahnya Pengawasan dari Penyelenggara Pemilu.

Seperti kita ketahui Salah satu syarat menjadi Caleg adalah bukan atau telah mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dimaksud ASN bukan hanya sebatas Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, namun juga Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) dengan pemerintah dan dibiayai dengan sumber keuangan negara.


Muhammad Saman, S.Pd adalah Da'i Kecamatan berdasarkan SK Bupati Aceh Tamiang No 186 Tahun 2018 dengan lokasi tugas Kecamatan Bandar Pusaka, dimana kecamatan ini adalah daerah pemilihan 3 tempat dimana dia maju sebagai caleg.

Muhammad Saman, S.Pd telah berbohong saat pendaftaran bakal caleg, dimana Muhammad Saman menanda tanganni surat pernyataan bukan sebagai aparatur sipil negara dalam berkas pendaftarannya, sementara dia sendiri masih aktif dan tidak pernah mundur dari jabatannya. Seharusnya caleg dengan status masih ASN harus dicoret atau disebut Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh KIP Aceh Tamiang.

PKS Aceh Tamiang menempatkan 4 orang caleg dengan status masih sebagai ASN dalam pemilu 2019 ini, Selain Muhammad Saman, S.Pd ada juga Mustaqim, S.Ud dai Kecamatan (caleg dapil 3), Zulkifli Sambas (caleg dapil 1) dan Yusran (caleg DPRA). Kasus mereka ini sudah pernah diproses oleh Panwaslih Aceh Tamiang, dengan melakukan investigasi ke dinas Syariat Islam, dan benar semuanya masih aktif dan belum mengundurkan diri hingga Daftar Calon Tetap di tetapkan. Namun entah bagaimana kasus yang sudah dilimpahkan ke Panwaslih Provinsi Aceh ini seperti hilang tanpa diketahui hasilnya oleh publik, mungkinkah Partai mereka ini sebagai Partsi Pengusung Kandidat Bupati dan Wakil Bupati terpilih sehingga luput dari pengawasan.

Muhammad Saman terbukti curang, karena selama masa kampanye masih aktif sebagai da'i, setidaknya sejak bulang September hingga Desember 2018, tentu saat itu dia bisa menggunakan fasilitas dan akses yang dia miliki dalam jabatannya untuk kepentingan politiknya.

Berdasarkan PKPU No 5 Tahun 2019, tentang penetapan pasangan calon terpilih, penetapan perolehan kursi dan penetapan calon terpilih dalam pemilihan umum, pasal 32 ayat 1 huruf c  menyebutkan bahwa pergantian calon terpilih dilakukan jika calon terpilih tidak lagi memenuhi syarat menjadi anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

Pasal 32 ayat 2 huruf a, menyebutkan calon yang tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat 1 poin c, salah satunya adalah terbukti masih berstatus sebagai ASN atau badan lainnya yang anggarannya bersumber dari keuangan negara.

Jika merujuk pada PKPU Nomor 5 Tahun 2019 ini, maka jika ada caleg yang yang ditetapkan sebagai calon terpilih maka harus dibatalkan atau dilakukan pergantian karena tidak mengundurkan diri dari ikatan kerja dengan pemerintah bahkan dapat dianggap memalsukan berkas pendaftaran yakni surat pernyataan bukan ASN, anggota TNI POLRI, Karyawan BUMN/BUMD.

KIP dan Panwaslu Aceh Tamiang Wajib menggantikan Muhammad Saman, S.Pd sebagai calon terpilih, demi tegaknya hukum dan demokrasi dalam Pemilu 2019, tulis Tamiang Tamiang dakam Status FBnya, yang dikutip TamiangNews.com.

Ini jawaban dari Ketua Panwaslu Aceh Tamiang  Imran,SE Terkait dengan M. Saman "Kami dari  Panwaslih Aceh Tamiang jauh hari telah menyurati Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Syariah Islam terkait status yang bersangkutan sebagai caleg, dan Berdasarakan SK BUPATI nomor 561 tahun 2019 nama yang bersangkutan tidak ada lagi dalam SK sebagai Da'i".

Sementara itu Muhammad Saman juga mengirimkan data pemberhentiannya selaku Pegawai Daerah  Dengan Penjanjian Kerja (PDPK) Semakin jelas duduk Persoalannya benar atau salah hanya KIP dan Panwalu Aceh Tamiang yang tau.  

Adapun kiriman foto SK pemberhentian Muhammad Saman, S. Pd dan beberapa Da'i Kecamatan lainnya yang maju sebagai Caleg. Surat pemberhetian tertanggal 25 Januari 2019.
Sementara Pendaftaran caleg sudah dimulai sejak Maret 2018 dan daftar calon tetap (DCT) ditetapkan pada bulan september 2018. 

Salah satu berkas pendaftaran caleg adalah surat pernyataan bukan lagi sebagai ASN atau telah mengundurkan diri, dikirim oleh bersangutan via masenger. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.