TamiangNews.com, LIFESTYLE -- Jika diperhatikan bayi yang baru lahir biasanya sering bersin. Bagi orangtua baru, hal ini biasanya cukup mencemaskan. Namun jangan khawatir, pasalnya bukan hanya anak Anda yang mengalaminya, melainkan hampir semua bayi yang baru lahir sering bersin-bersin. Mengapa bisa begitu?

Foto : Okezone
Tak perlu panik dulu, sebab hal ini sangat normal terjadi. Bukan karena kedinginan atau sakit, bersin menjadi cara alami tubuh bayi untuk membersihkan saluran hidung dan pernapasannya.

Sama seperti orang dewasa, bayi bersin secara refleks. Kondisi ini terjadi ketika ada yang tidak beres pada saluran hidungnya. Bayi yang baru lahir memiliki saluran hidung yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa. Oleh karena ukurannya lebih kecil, hidung bayi sangat mudah tersumbat.

ASI, lendir, dan debu menjadi penyebab paling umum yang menyumbat saluran napas buah hati Anda. Ketika bayi bersin, itu adalah sebuah tanda bahwa ia sedang menyingkirkan berbagai sumbatan yang menutupi saluran pernapasannya.

Selain itu, menurut Glade Curtis, M.D., seorang dokter kandungan di Amerika Serikat, bersin juga membantu membuka kembali lubang hidung bayi yang tertutup sementara saat menyusui. Oleh karena itu, bayi akan membukanya kembali dengan cara bersin.

Untuk itu, jika bayi sering bersin tanpa disertai tanda penyakit lain, tak perlu khawatir. Hal ini dilakukan tubuh si kecil untuk membuatnya tetap bisa bernapas dengan sempurna.

Meski normal, bayi yang baru lahir juga bisa bersin karena jatuh sakit. Biasanya bayi yang sering bersin tandanya sedang mengalami infeksi pernapasan. Agar ibu mudah mengenalinya, berikut berbagai gejala selain bersin yang menjadi tanda penyakit seperti batuk, sulit bernapas, tidak mau makan atau minum, kelelahan, biasanya ditandai dengan tubuh yang lemas dan demam di atas 38 derajat celcius.

Dalam beberapa kasus, frekuensi bersin yang sering pada bayi bisa jadi merupakan tanda Neonatal Abstinence Syndrome (NAS). Kondisi ini biasanya terjadi ketika seorang ibu telah menyalahgunakan zat tertentu dan mengalami kecanduan selama kehamilan. Beberapa zat yang paling sering disalahgunakan, misalnya alkohol, heroin, dan metadon.

Selain bersin-bersin, sindrom ini biasanya ditandai dengan gejala seperti hidung tersumbat, tremor, tidak mengisap puting terus-terusan saat menyusui, pelekatan saat menyusui yang tidak normal.

Biasanya dokter mencari tanda-tanda NAS pada bayi salah satunya dengan melihat intensitas bersin. Ketika bayi bersin tiga sampai empat kali berturut-turut dalam rentang waktu 30 menit bisa jadi ia mengalami sindrom yang satu ini.

Tapi, jika Anda melihat berbagai gejala lain pada bayi selain sering bersin, segera konsultasikan ke dokter. Bawalah buah hati Anda ke dokter spesialis anak untuk mencari tahu penyebab pastinya. Memeriksakannya secara dini dapat membantu mencegah keparahan kondisi.

Jangan anggap sepele jika tubuh bayi telah menunjukkan gejala yang tidak normal. Pasalnya, anak yang baru lahir belum bisa mengadukan kondisinya selain menangis. Untuk itu, jangan tunda lagi untuk membawanya ke dokter agar perkembangannya tak terganggu. [] OKEZONE

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.