TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kegiatan penanan pohon Tanjung sebanyak 100 batang dipekarangan Istana Karang Aceh Tamiang Jum'at kemarin merupakan puncak acara serimonial serangkaian kegiatan hari bakti yang dilaksanakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kualasimpang yang melibatkan berbagai komponen ini terkesan "Sapi Punya Susu Banggali Punya nama", Sabtu (23/3).


Penilaian diatas muncul setelah TamiangNews yang memantau langsung dilokasi kegiatan, dimana awalnya kegiatan sosial ini berlangsung semangat tidak memperdulikan teriknya panas matahari yang turut dihadiri oleh pembesar pembesar daerah seperti Bupati, Ketua DPRK dan Forkopimda itu hanya menanam 100 batang pohon Tanjung yang disemai dalam Polybag.

Informasi yang dikumpulkan ternyata kegiatan banyak melibatkan peran pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tamiang, ironisnya keterlibatan DLH itu tidak diangggap ada, bahkan dalam kata-kata sambutan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Davy Bartian, BC,IP.,S.Sos.,MM tidak ada memberikan kata terimakasih kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup.

Salah seorang buruh DLH yang tidak mau namanya dipublikasi mengakui merekalah yang berperan aktif dalam pelaksanaan penanaman pohon Tanjung oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebutnya kepada awak media, jika diurut-urut yang mempunyai andil besar terlaksananya penanaman pohon itu adalah para buruh pasukan Hijau dan Orange, dimana sejak jauh hari merekalah yang bekerja melakukan persiapan awal seperti menggali lubang maupun lainnya, paparnya merasa kecewa atas sikap Kalapas yang tidak mau menyebutkan Dinas tempat dia bekerja saat menyampaikan kata sambutannya.

Lebih jauh lagi diungkap Buruh tadi, yang paling menarik, kegiatan penanaman pohon itu secara umum diketahui yang punya hajatan itu Lapas Kelas II B Kualasimpang itu, tapi hanya sebagian kecil saja yang ditanganinya, seperti halnya pekerjaan pembersihan (pembabatan) lokasi penanaman, menggali lobang, serta pekerjaan menanam pohon sisa acara seremoni hingga selesai juga dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Aceh Tamiang.

Kabid Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan (pertamanan) pada DLH, H.Zulkifli, S.Hut membenarkan kalau pengorekan lubang, penanaman pohon hingga rampung, sampai penyediaan kursi undangan serta tratak acara merupakan upaya dari DLH.

"Ini yang membabat rumput pekarangan Istana Karang juga orang kita, setidaknya untuk urusan babat rumput saja memakan waktu sampai dua hari, belum lagi pekerjaan lainnya," ungkap H.Zulkifli, S.Hut.

Pantauan Realitas, Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil,SH.MKn beserta para undangan lainnya hanya melakukan penanaman secara simbolis yang jumlahnya hanya belasan atau puluhan batang saja, selanjutnya anak pohon kayu yang belum tertanam diangkat keluar lokasi acara oleh petugas pertamanan DLH.

"Sisa anak pohon itu diserahkan kepihak kami untuk ditanam sampai selesai," pungkas  H.Zulkifli, S.Hut yang akrab disapa Haji Jul ini.

Sementara Plt Kadis LH Sayed Mahdi, SP, M.Si, MMA yang dihubungi via telepon celuler, sambil tertawa mengatakan, tak ada yang salah dalam kegiatan penanaman pohon tadi. "Ini merupakan bentuk sinergi dalam membangun Aceh Tamiang, intinya kami senang jika ada pihak-pihak lain yang mengajak kerjasama dengan kami DLH, dan ini memang benar kegiatan yang dilakukan dengan kerjasama".

"Masalah ucapan terimakasih kami juga tidak mempermasalahkannya, ini hal yang wajar, dalam setiap kegiatan pasti ada yang kealpaan. Lagi pula kami ini juga tidak gila penghormatan dan ucapan terimakasih atau hal-hal lain yang seperti itu, orang tua kami selalu menanamkan ketulusan dan keikhlasan dalam bekerja, bahkan kerja itu harus dianggap sebagai ibadah, saya rasa demikian, dan kalau bisa ini tidak perlu dibesar-besarkan lagi", himbaunya. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.