TamiangNews.com, KARANG BARU -- Uang Aspresiasi Anggota Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (BP-UPK) Kecamatan Karang Baru digelapkan oleh Ketua Badan Koordinasi Antar Kampung (BKAK) Kecamatan itu, dengan alasan Kelompok SPP Mawar Kampung Kebun Tanah Terban belum menyelesaikan tunggakan pinjamannya.

Foto : Ilustrasi
Menurut Sakdiah, sesuai kesepakatan dan ketentuan dalam SOP BKAK, seharusnya Uang Apresiasi itu langsung dibayar sejak bulan pertama berhenti dari tugas di tempat itu, tapi mengapa hak saya ditahan sampai dengan dua bulan sejak tidak aktif sebagai anggota BP UPK dengan tidak penjelasan sama sekali terkait masalah uang Apresiasi tersebut.

Sakdiah mantan anggota BP UPK yang diberhetikan secara sepihak oleh Ketua BKAK Darwin usai dilakukannya Musyawarah Antar Kampung (MAD) akhir Desember 2018 yang lalu, dimana waktu itu Ketua BP UPK mengundurkan diri karena kesibukannya sehari hari, tapi mengapa saat dirinya masuk kerja seperti biasa, tiba tiba di panggil oleh Ketua BKAK Darwin, mengatakan supaya dirinya berhenti saja sebagai anggota BP UPK.

Siapapun yang menjadi pengurus BKAK dan BP UPK itu adalah hak Datok Penghulu, bukan hak pengurus BKAK yang lama, begitupun siapa saja yang hadir dalam Musyawarah Antar Kampung (MAD) itu seharusnya Pak Datok Penghulu yang mengeluarkan rekom untuk dijadikan pengurus.

Menurut Sakdiah dia diusulkan sebagai anggota tim verifikasi, namun dirinya tidak menanggapinya karena penempatan dirinya sebagai anggota BP UPK berdasarkan Musyawarah Antara Kampung bukan kebijakan Ketua BKAK.

Anehnya meski dirinya (Sakdiah) tidak merespon agar dia berhenti dari Anggota BP UPK dan di pundahkan sebagai anghota Tim Verifikasi, Darwin langsung masukkan nama orang lain sebagai penganti dirinya yang tidak ada diundang hadir dalam Musyawarah Antara Kampung (MAD) dan nama tersebut sama sekali tidak ada hubungan dengan kegiatan BKAK maupun UPK, ungkap Sakdiah kecewa.

Diungkap Sakdiah lagi, dirinya sangat kecewa apa yang dilakukan oleh Darwin yang merasa BKAK itu milik pribadinya, tanpa ada musyawarah mengantikan pengurus sesuka hatinya, ironisnya lagi, hak saya yakni uang Aspresiasi juga tidak diberikannya padahal uang itu ada dibagian UPK malah dia tahan tidak diserahkan pada dirinya.

Sementara itu Darwin yang ditanya TN via telepon selularnya mengatakan, uang apresiasi hak Sakdiah masih ada sama kasir, memang benar saya yang memerintahkan untuk menahan dulu uang tersebut karena kelompok Simpan Pinjam Mawar dimana Sakdiah sebagai Ketua Kelompok itu masih ada tersangkut belum menyelesaikan sisa pinjamannya, maka saya usulkan hak dia ditahan dulu, sebut Darwin yang juga anggota MAA Aceh Tamiang itu dingin, seakan tidak ada masalah kebijakan yang dia lakukan. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.