TamiangNews.com, SEUMANTOH -- Jelang Tiga Tahun Uri Mulyari menguasai BUMN Perkebunan terbesar di Aceh tidak ada tanda tanda akan memulihkan persoalan yang sedang dihadapi PTP Nusantara I, justru persoalan klasik seperti keterlambatan Pembayaran Gaji Karyawan dan adanya laporan Asal Bapak Senang (ABS) untuk memantapkan jabatan di posisi jabatan basah tetap terjadi bahkan dinilai oleh kalangan Karyawan, aksi itu semakin berani, Rabu (6/3).


"Toh akhirnya mereka yang bermain hanya dipindahkan, dari jabatan lama kejabatan baru, jika pemain itu ada koneksi di Kantor Pusat dijamin jabatan mereka akan tetap empuk," tuding Karyawan di PKS Tanjung Seumantoh, yang tidak bersedia namanya dipublikasikan awak media, menanggapi ditariknya secara sepihak Harianto dari jabatan Manejer.

Kebijakan Manajemen PTP Nusantara I, menarik sepihak Harianto dari Manejer PKS TS itu adalah guyonan perusahaan agar dinilai tegas nantinya oleh karyawan, karena ybs telah membuat laporan ABS terkait masalah Randemen Pembelian TBS (Tandan Buah Segar) Pihak III.

Menurut Karyawan tadi, masalah Randemen itu hal klasik di setiap Pabrik milik PTPN, mustahil TBS pihak ke III (Masyarakat) ada Randemen 21%, tapi karena ada permainan dalam pembelian TBS pihak ke tiga maka laporan pembeliannya disampaikan mencapai paling rendah Randemen 19%. Inilah yang dikatakan laporan Asal Baoa Senang (ABS), ungkap sumber tadi.

Ungkapnya lagi, untuk mengelabui pihak berwenang dari Kantor Pusat (Direksi) TBS  sengaja dibiarkan tertumpuk di Loading, hal itu otomatis akan berpengaruh terhadap tonase TBS maupun Randemen CPO, sehingga bukan tidak mungkin PKS TS akan tekor.

Hal ini akan muncul dugaan hilangannya ratusan Ton CPO di PKS TS ini, alasan inilah mengapa ditarik Manejer PKS ini secara sepihak tanpa adanya proses layaknya sebuah perusahaan, dimana saat ini yaitu di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Seumantoh, dimana terlihat lebih dari 1.000 Ton Tandan Buah Segar (TBS) diduga sengaja di tumpuk.

Bukan hanya persoalan TBS, diduga ada "permainan kotor" lain yang mulai terkuak di PKS TS. Salah satunya PKS TS mengeluarkan Surat Pembelian (SP) kosong ke pihak ketiga, sehingga muncul dugaan adanya unsur pelanggaran pidana yang merugikan perusahaan.

Selain itu, disebut-sebut kinerja Manager dan Asisiten  Personalia Umum (APU) PKS TS saat ini tengah dalam pantau Direksi PTPN I Aceh, hal itu ditengarai karena berbagai persoalan yang berungkali terjadi tidak mampu untuk diselesaikan. 

Padahal PKS TS merupakan salah satu pabrik terbaik yang dimiliki PTPN I aceh, dimana PKS TS menjadi penyumbang pendapatan terbanyak untuk Perusahaan Plat merah itu. 

Sementara, Kasubag Humas PTPN I Aceh, Dedi, yang dikonfirmasi media ini, melalui telepon selularnya Selasa (5/3) menjawab belum memberikan keterangan pers terkait masalah ini karena masih dalam proses PSI, jawabnya singkat, dan terkait ditariknya Manejer PKS TS, dirinya belum mengetahui persoalan tersebut. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.