TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kondisi kerusakan jalan di Desa Alur Baung Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang mendapat sorotan. Pasalnya proyek yang menghabiskan dana Rp, 8.035.700.000,00 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut mengalami kerusakan di beberapa titik. 


Diduga rusaknya jalan itu dikarenakan, kegiatan laporan Mutual Check (MC) 0-100 dilakukan oleh pihak dinas itu sendiri (Bina Marga). Begitu juga dengan pengawasan kegiatan itu dilakukan oleh konsultan peliharaan Bina Marga, sehingga pengawasannya dilakukan hanya di awal dan akhir pelaksanaan saja. 


Sejumlah warga setempat ketika ditemui TamiangNews.com mengatakan, pengaspalan jalan di kampung Alur Baung belum lama di kerjakan, tetapi sudah mengalami kerusakan dibeberapa titik. "belum setahun jalan ini selesai dikerjakan, tapi udah ada yang retak-retak, kesannya seperti asal jadi ngerjakannya," ungkap warga, Senin (25/03).


Padahal, kata mereka lagi, jalan ini tidak dilintasi kendaraan bertonase berat, hanya untuk melangsir TBS, tetapi aspal sudah banyak yang pecah. "kami khawatir, apabila tidak segera ditagani, kerusakan itu bisa semakin parah," 

Setelah mendapat keterangan warga, media ini bersama tim melakukan pantauan kelokasi, guna mendapatkan kebenaran tersebut. Benar saja, setelah sampai di lokasi, tim melihat ruas jalan di beberapa titik sudah mulai patah, dan ada juga yang sudah mulai longsor/amblas akibat tidak adanya bahu jalan, dan tidak ada pengaman tebing jalan. 

Di beberapa ruas jalan, tim juga menemukan beberapa titik ruas jalan Kampung Alur Baung ada yang sudah di plingkut/sulam. Dan ironisnya lagi, sebahagian pengaspalan jalan itu berada di lokasi HGU milik PT. Socfindo kurang lebih 500 meter, padahal masih banyak ruas jalan Kampung itu yang belum di aspal. 

Untuk mengklarifikasi temuan tersebut, awak media mencoba menghubungi kepala bidang bina marga, dinas pekerjaan umum Kabupaten Aceh Tamiang, Yaufi, ST melalui pesan WhatsApp. Dalam tulisan-nya ia mengatakan, mengenai kerusakan itu masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana, masih dalam masa perawatan, pihak dinas sudah mengintruksikan kepada pelaksana untuk dapat segera dilakukan perbaikan, jelasnya 

Mengenai MC-0 s/d 100, tambahnya lagi, adalah mejadi salah satu urusan Administrasi yg ada pada dinas pu khususnya binamarga. [] TN-W016

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.