TamiangNews.com, KARANG BARU -- Dalam pemilu perempuan adalah kelompok paling rentan atas pelanggaran pemilu, seperti money politik dengan pemberian uang atau barang, baik secara personal atau kelompok-kelompok, namun karena hal itu Panwaslih Atam kali ini mengajak beberapa kelompok perempuan "Mother-Mother Zaman Now" untuk mengawasi Pemilu.


Kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang pertemuan hotel morilisa, Rabu pagi (6/3) ini dihadiri perempuan perempuan semisal kelompok arisan ibu-ibu, group rebana, kelompok wirid serta pengajian dan berjalan dengan khidmad

Selain poitik uang dalam pemilu perempuan juga rentan di intimidasi, dipaksa bahkan bisa pada tindak kekerasan agar mau memilih kandidat tertentu, namun berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) jumlah pemilih perempuan lebih dominan dari pada pria, dan umum terjadi perempuan menjadi pemilih potensial bagi kandidat untuk mendulang suara.

Ujaran kebencian, penyebaran hoaks dan fitnah juga sering memanfaatkan kaum perempuan.

Melihat kondisi tersebut Panwaslih Atam melakukan sosialisasi pada komponen perempuan  akan pentingnya pemilu, dan bentuk-bentuk pelanggaran dalam pemilu, melalui acara sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif yg mengudang 45 orang tokoh perempuan se Aceh Tamiang.

Melalui kegiatan yang merupakan program kerja Divisi Pengawasan dan hubungan antar lembaga Panwaslih Aceh Tamiang, panwaslih mengajak para kaum perempuan untuk ikut berperan aktif dalam pemilu, tidak sekedar jadi pemilih semata tapi ikut mewujudkan pemilu yg jujur, adil dan bermartabat dan berpihak kepada kepentingan perempuan, dengan cara menolak segala bentuk money politik, black campain, intimidasi dan kekerasan serta penyebaran hoaks.

Perempuan juga diharapkan mensosialisasikan tentang pemilu bersih serta mau mengawasi dan melaporkan jika ada pelanggaran pemilu.

Kordiv Pencegahan dan hubungan antar lembaga Panwaslih Aceh Tamiang.Lindawati, M.Pd yang juga seorang perempuan juga sempat mengatakan bahwa Perempuan harus menyadari bahwa perempuanlah yg paling berisiko dan paling berat menanggung beban jika kedepan ada kebijakan kebijakan pemerintah yg tidak pro terhadap hak dan kepentingan perempuan, oleh karenanya kaum perempuan harus aktif dalam pemilu, tidak golput dan teliti dalam memilih calon sesuai dengan hati nuraninya.

"Kami memandang kaum perempuan adalah salah satu mitra strategis dalam pengawasan pemilu, terlebih lagi perempuan hari ini mother-mother jaman now sudah melek teknologi, aktif di media sosial, bersosialita, dan kritis atas perkembangan yg ada, The power of emak-emak kami percaya akan mampu menekan dan mengurangi pelanggaran pada pemilu 2019," Imbuhnya

Dalam acara sosialisasi ini hadir sebagai nara sumber Ibu Yusniar, M.Kes selaku tokoh perempuan, Muhammad Alkaf, MSI Dosen Ilmu Politik dan Kepala Pusat Study Pancasila IAIN Langsa. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.