TamiangNews.com, KARANG BARU -- Pemilihan Presiden itu perlu sebagai Pimpinan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi yang lebih penting lagi adalah adanya wakil wakil kita di Parlemen untuk menyuarakan kepentingan Rakyat, jangan karena ada dua pimpinan yang beda dukungan untuk Pilpres, kita harus terpecah lupa akan perjuangan yang masih tertunda yang telah berjalan selama 14 tahun ini untuk mensejahrerakan Rakyak Aceh umumnya.


Demikian dikatakan Budi Satria selaku Pang Sumatra mengajak seluruh Anggota KPA/PA untuk bersatu biar kita perkuatkan barisan untuk memenangkan caleg caleg yang di usung oleh Partai Aceh saja, karena kita dilapangan tidak paham tentang Politik yang sedang dilakukan para pimpinan kita, jangan sampai gara-gara adanya dua dukungan masing masing calon Presiden kita bisa pecah belah dilapangan, jika ini terjadi yang menjadi korban adalah Partai Aceh nanti di 2019, tutur Budi Satria bijak.

Lupakan tentang dukungan Pilpres oleh kita tingkat bawah, kita kuatkan barisan untuk memenangkan Caleg untuk DPRK/DPRA dari Partai Aceh saja, mari kita sama-sama saling bahu membahu masuk dalam lingkungan masyarakat untuk bersuara tentang kenapa Partai Aceh harus menang mutlak di Aceh, supaya bisa melanjutkan perjuangan yg masih tertunda yg telah berjalan selama 14 tahun.

Bagaimana caranya kita tidak harus berdebat dan saling cekcok di lapangan sesama dengan sesama pejuang partai Aceh, yang pasti salah salah satu diantara kandidat Presiden tetap menang, karena kita terlalu mengidolakan salah satu kandidat calon presiden akhirnya diantara kita timbul kecurigaan pada pemimpin kita sendiri.

Dijelaskan Pang Sumatera memang pimpinan tertinggi Partai Aceh diantara keduanya beda dukungan, namun tugas kita dijajaran ditingkat wilayah, daerah, sampai ketingkat sagoe, hanya perlu memikirkan bagaimana cara untuk supaya mencari perhatian dan dukungan dari masyarakat supaya Partai Aceh menang dan kursi tingkat DPRK/DPRA bertambah dari yang sudah ada untuk 2019 nanti, harap Budi Satria yang juga Caleg DPRK Dipil II dari Partai Aceh.

Diingatkan Budi lagi, nanti pada tanggal 17 april 2019, sudah pasti  salah satu presiden menang, tapi Perwakilan dari Partai Aceh tidak ada di parlemen Aceh, itu sama juga kita akan rugi total dan apa yang kita inginkan selama ini tidak akan pernah tercapai lagi, perjuangan yg kita lakukan selama ini hanya tinggal nama dan hidup kita kedepan akan seperti hidup dalam mimpi, maka mari kita sama-sama memikirkan tentang pemenangan Partai Aceh bukan harus bergontok gontokan karena beda pilihan calin presiden.

Ayo, lupakan yang tidak penting, kalau memang itu bisa membuat kita kelak akan terpecah belah, maka mari kita jaga amanah serta tanggung jawab masing-masing yang telah kita terima dan yang harus kita lakukan sesuai perintah pimpinan tingkat pusat ke wilayah adalah tentang pemenangan Partai Aceh, bukan yg lain.

kalau memang yang lain bisa membuat terjadi perpecahan sesama abaikan saja, yang pasti di antara kedua Calon Presiden itu kelak salah satu dari keduanya tetap akan menang, yang penting kita harus pikirkan dan harus kita perjuangkan sekuat tenaga dan pikiran bagai mana cara Partai Aceh menang mutlak di 2019 mendatang dan bagaimana kita cari cara supaya hati masyarakat Aceh masih mempercayakan dan masih mau mendukung Partai Aceh dan memilih semua caleg-caleg ditingkat DPRK/DPRA dari Partai Aceh.

Pang Sumatera mengajak Rakyat Aceh untuk sama-sama dilapangan harus kita pikirkan jangan sampai terbuang energi kita untuk memikirkan yang tidak begitu penting bahkan bisa memecah belah, kita harus tetap solid di internal partai kita, karena kita belum tau apa tujuan elit politik tingkat atas, jangan sampai kita masyarakat Aceh kelak, menang jadi abu kalah jadi arang dan Partai Aceh kelak hanya tinggal nama, harap Budi Satria bijaksana.//TN.007.

Teks photo : Budi Satria (Pang Sumatera)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.